Jejak Langkah Kami...

Tampilkan postingan dengan label cerita Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita Ibu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 April 2011

Episode Deg-Deg-an Part #1..... (Ternyata OHSS Datang Menghampiriku..)

Melanjutkan postingan sebelumnya.... Kali ini mau khusus cerita mengenai OHSS. Buat yang belum familiar dengan OHSS, let me tell you, binatang apakah OHSS ini.. hehehehe. Kalo mau penjelasan lengkapnya ada di situs ini yaaa... Dengan bahasa yang lebih sederhana, OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) itu adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap terapi hormonal dalam rangka program Bayi Tabung. Menurut referensi, dan menurut penjelasan dokter juga, hanya 1% dari wanita yang mengikuti program BT yang terserang OHSS. Daaannn.. ternyata saya termasuk dalam bagian yang 1% ini... Semua terjadi di luar dugaan, jadi bisa dibilang antisipasi dan penanganannya agak sedikit terlambat (ini mengutip statement dari dokter obgyn yang merawat saya...). Mengapa saya bilang di luar dugaan? Karena menurut dokter, kecil kemungkinan saya terkena OHSS mengingat jumlah sel telur saya di bawah 10... biasanya pasien terkena OHSS kalo telurnya di atas 10.. jadi gak usah kuatir... gitu pesan dokter.. sippp...sippp.. tenaaaannnggggg....

Ternyata selama proses stimulasi sel telur, jumlah sel telur meningkat menjadi 21.. Sebenarnya itu sudah mencukupi syarat beresiko OHSS, tapi saya tidak merasakan gejala-gejala lain yang biasanya menyertainya, seperti perut kembung, perut jadi membesar karena terisi cairan, sesak nafas, berat badan naik drastis... Enggak ada tuhhh.. saya baik-baik aja kok selama proses stimulasi itu.. Jadi boleh dong kalo saya mulai tidak memikirkan soal OHSS itu lagi... Sampai dengan saat ET, dokter sempat menanyakan ada keluhan kembung-kembung gak... Dan saya jawab tidak ada, Dok... Memang kenyataannya sampai dengan saat itu saya merasa baik-baik saja.

Sepulang dari ET, saya "dibekali" dengan sederet Do and Don't List, seperti: banyak minum... konsumsi susu kedele dan kacang ijo, banyak makan ikan, daann lain-lain.. Don't nya juga banyak lho... dari mulai gak boleh mengoles2 minyak angin di daerah perut, gak boleh mengompres perut dengan air hangat, gak boleh minum teh, kopi dan coklat, gak boleh ngecap kuku dan rambut, gak boleh demam dan gak boleh olah raga yang membuat suhu tubuh naik... Selama 4 hari setelah ET, saya istirahat aja di rumah, gak banyak beraktivitas dulu, biar proses penempelan embryo berjalan dengan baik... Tapi, malangnya nasibku.... 2 hari setelah ET, saya kena flu berat... awalnya leher sakit buat nelan... Lha besoknya malah tambah pilek... Duhhhh... kok jadi begini yaaa... Berdoa aja supaya badan gak demam.. bisa gawat nihhh... Biasanya, saya tiap kali flu, langsung minum panadol, selesai perkara... sekarang, gak berani minum obat sama sekali... tiap hari saya banyak2 minum air putih anget, makan kiwi dan jeruk, makan kaldu ayam, pokoknya gimana caranya flunya cepat sembuh. Dua hari kemudian, pileknya udah stop... Alhamdulillahhh... tapi pilek hilang datanglah batuk.. Hadooohhh.. batuk itu kan menyebabkan tekanan pada perut bagian bawah... pasti tegang perutnya.. Padahal di dalam sana sedang ada calon makhluk Tuhan yang sedang berjuang untuk hidup.... Panik, stress, takut, was-was, mau gak mau datang silih berganti, padahal seharusnya yang seperti itu mesti diminimalkan. Tiap hari telp dokter, melaporkan perkembangan kondisi kesehatan saya, sekaligus minta saran mesti gimana...

Baru sehari mencoba masuk kantor, perut tambah kembung, sedikit membesar, batuk masih ada, ditambah kalo buat tidur miring dada seperti ditekan... Besoknya, udah gak bisa tidur miring lagi.. karena pasti batuk dan sesak nafas... Sholat posisi sujud berasa sesak nafas dan batuk-batuk juga. Perut makin kembung dan makin besar... Coba browsing, ternyata itu tanda-tanda OHSS.. lho, masa sih saya kena OHSS.. kan stimulasi hormonnya udah selesai... browsing lagi.. ternyata ada yang kena OHSS setelah ET.. Nanya ke dokter Indra mengenai kemungkinan OHSS pasca ET.. dan jawaban dokter, OHSS bisa terjadi setelah ET, kalo keluhan tambah berat mending kontrol aja...... hmmm... mulai berpikir jangan-jangan beneran OHSS nih..... Akhirnya Sabtu pagi saya ke dokter Indra.. dengan perut yang udah seperti orang hamil 4 bulan, dan sesak nafas yang lebih berat dari sebelumnya... Hasil USG, tidak ada penumpukan cairan di perut.. tapi lambung saya agak bermasalah, dan memang suspect OHSS. Dokter membekali saya dengan obat maag... Kayanya kok saya nggak puas ya dengan kunjungan kali ini.. saya merasa, masalah utamanya bukan di lambung saya ... Sampe rumah, saya dan suami browsing nyari tips-tips gimana meringankan gejala OHSS ini... di salah satu situs saya menemukan tulisan, untuk mengurangi gejala OHSS, harus minum banyak minimal 12 gelas... atau setara dengan 3 liter. Saya ingat sekali, itu kejadiannya di hari Minggu, sehari setelah saya kontrol ke dokter.. saya mulai minum salah satu minuman isotonik, dan hari itu saya berhasil menghabiskan 3 liter cairan isotonik.. Ternyata yang saya rasakan tidak semakin membaik tetapi malah semakin tidak karuan... perut besar, nafas tambah sesak, tidur yang tadinya masih bisa telentang dengan 3 bantal ditumpuk, Minggu malam saya hanya bisa tidur sambil duduk... Setiap kali berubah posisi, bisa dipastikan langsung batuk dan sesak nafas. Sangat-sangat tidak nyaman. Bisa dibilang semaleman saya tidak bisa tidur karena kondisi ini... Puncaknya, jam 2 malam perut saya melilit, sepertinya lambung saya yang nggak kuat... dan sejak saat itu sampai subuh, hampir setiap jam saya muntah dan diare... Capek, stress, bingung... datang bersamaan.. Dari yang awalnya saya masih bisa muntah di wastafel, terakhir-terakhir suami saya menemukan saya sedang ngelesot di lantai kamar mandi sambil "memeluk" kloset karena udah gak kuat lagi berdiri saking lemesnya... Saya cuma bisa nangis... capeeekkkkk.... pengen hamil aja jalannya kok mesti begini yaaa..... Astaghfirullahhhh....

Senin pagi, saya dan suami memutuskan untuk ke UGD RS Bunda... Setelah diobservasi awal oleh dokter jaga dan dilaporkan ke dokter Indra, akhirnya saya harus rawat inap di sana... Saya cuma bisa pasrah aja... Yang pertama ditangani adalah lambung.. karena Gastritis saya termasuk agak berat.. obat yang tadinya diberikan per oral, diganti injeksi... plus infus cairan. Dan ini berhasil meredakan keluhan lambung saya... Untuk urusan lambung, sepertinya sudah bisa teratasi.. tapi yang sesak nafas dan perut besar belum dilakukan tindakan apa-apa... Sampai dengan hari Rabu, belum ada tindakan kongkrit terhadap keluhan utama saya.. setiap saat, slang oksigen harus selalu standby melingkar di hidung saya... tidur dengan posisi duduk, tidak boleh banyak ngomong, tidak boleh banyak gerak.. Memang sih tiap hari diobservasi oleh banyak dokter, internis, dokter paru, radiologi, tapi menurut saya they're doing nothing.... Sempet emosi juga dengan kondisi ini... Tapi emosi kami agak tertahan karena di hari itu kami mendapat kabar gembira bahwa saya dinyatakan hamil 4 minggu.... Alhamdulillahhhhh.... Baru pas Rabu malam, datang dokter paru, USG paru (lagi....) dan bilang kalo di paru-paru kanan ada cairan kurang lebih 2 liter.. di paru-paru kiri ada juga tapi gak sebanyak kanan.... Treatmentnya adalah mesti disedot besok pagi.

Kamis pagi, jam 7.30, cairan di paru-paru kanan disedot dengan cara ditusuk dari punggung sebelah kanan.. tanpa bius cuuuyyyyy.... mana jarumnya segede jarum karung.. rasanya aduhai lahhh... Ngeliat ada cairan ngucur keluar dari selang rasanya miris dan agak-agak tidak percaya... masa sih itu berasal dari badan saya??? Akhirnya dapet seliter cairan dari paru kanan.. sebenernya masih ada yang tersisa tapi sengaja tidak dihabiskan karena sebenarnya OHSS itu hanya temporary aja, Tapi abis disedot rasanya langsung plongggggg..... bisa tidur lebih nyaman.. batuk dan sesak nafas berkurang.. bisa makan dengan enak... pokoknya langsung merasa sehat deh.... Oh ya, awalnya selama sesak nafas dan perut membesar itu saya cuma bisa makan paling banyak 3 pucuk sendok makan bubur... Dan untuk mempercepat recovery, saya diinfus albumin, untuk meningkatkan kadar protein darah saya... Besok paginya, gantian paru kiri yang disedot.. kali ini "cuma" dapet setengah liter cairan saja... Dan setelah acara sedot menyedot selesai, dokter paru langsung merekomendasikan saya untuk bisa pulang hari itu juga... Alhamdulillahhhhhh...... Jumat sore, saya akhirnya sampai kembali ke rumah.. meskipun kondisi belum pulih benar, tapi saya merasa lebih nyaman tinggal di rumah sendiri daripada di RS yang kata Nisa enak karena kaya di hotel... hehehehe... Seminggu recovery di rumah, akhirnya semuanya kembali seperti sedia kala... berat badan sudah turun, perut sudah mengecil, sesak nafas dan batuk udah ilang... pokoknya saya sudah siap menjalani kehamilan kedua ini... Insyaallah semuanya baik-baik saja sampai saatnya melahirkan nanti yaaa... Aminnnnn....

Kamis, 21 April 2011

Long Journey to Get my 2nd Pregnancy

Huuuffff.. mungkin ini akan menjadi tulisan terpanjang saya yaa... entah akan ada berapa episode cerita tentang perjalanan kami untuk mendapatkan kehamilan ke dua saya...

Sebenarnya semua ini telah kami mulai sejak 5 tahun yang lalu, ketika Nisa memasuki ulang taun ke 5-nya... Tapi rupanya Allah baru memberikan rezeki itu sekarang, 5 tahun kemudian... Anyway, thanks to Allah that make it happened to us....

Tiga tahun lalu, ketika kami mulai serius untuk melakukan upaya sampai maksimal, dokter sudah memberikan rekomendasi bahwa untuk kondisi kami, yang terbaik adalah mengikuti program Bayi Tabung... Ya, kami tahu, apabila semua upaya tidak berhasil, pada akhirnya jalan itu yang harus kami tempuh... Tetapi, saat itu kami masih mikir-mikir, banyak pertimbangan, dan masih berharap bahwa masih ada jalan lain buat saya untuk bisa hamil selain melalui program Bayi Tabung ini. Dan karena saat itu umur saya "masih" 32 tahun, saya merasa masih punya banyak waktu untuk berpikir... bukankah saya masih punya waktu 3 tahun sebelum saya turning into 35 years....

Hmmm.. ternyata 3 tahun itu gak terasa yaaa... Tahu-tahu udah masuk tahun 2010, that's means.. time for me to be 35 years old, and by the end of that year, my husband was 38 years old... Awal tahun sempet mencoba ke ahli nutrisi, katanya dengan perbaikan pola hidup, bisa memudahkan terjadinya pembuahan... bismillah... Ternyata belum rejeki kami juga... Akhirnya, di penghujung tahun 2010, ketika kami berdua membuat resolusi untuk tahun 2011, kami memasukkan planning "hamil" sebagai prioritas utama... Bismillah, kali ini kami berniat, apapu rekomendasi dokter, insyaallah akan kami jalani... Kami sudah siap kalau swaktu-waktu dokter menganjurkan kami untuk program Bayi Tabung...

Atas pertimbangan jarak RS dan kantor saya saat ini, serta hasil ngobrol-ngobrol dengan temen yang udah pernah berhasil program BT di RS tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk konsultasi dengan tim dokter di sana. Sebelumnya tentu saja kami juga sudah mengumpulkan informasi lain dari RS lain yang memang berkonsentrasi dengan program BT. Awal Januari 2011 kami mulai observasi awal (lagi) di RS yang kami pilih itu... diagnosis dokter kali ini menguatkan apa yang sudah direkomendasikan oleh dokter obgyn saya 3 tahun yang lalu... Yaahhh.. kami sudah siap mendengarnya.. dan sudah siap mental untuk mendengar rekomendasi dokter kali ini.. no otjer choice... kalo pengen hamil harus BT.. Baik dokter.....

Setelah itu, saya minta informasi yang lebih rinci lagi mengenai program BT ini kepada suster yang memang incharge.. sebelumnya saya pernah minta informasi by phone, dan telah dijelaskan oleh suster yang lain mengenai prosedur dan biaya (kayanya ini yang paling penting deh... hehehehe) BT di situ... tapi rupanya info yang saya dapat waktu itu kurang komprehensive, dan setelah saya tanyakan kembali dengan lebih rinci, saya mulai merasa kurang nyaman dengan prosedur dan sistem pembayarannya... Menurut saya, kok agak kurang fair bagi saya sebagai konsumennya... Dari situ, saya jadi ragu untuk meneruskan program di RS tersebut.. Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan program BT kami di situ, dan kembali ke dokter Obgyn kami sebelumnya, yang 3 tahun lalu telah merekomendasikan kami untuk mengikuti BT.

Dengan berbekal data medis dan hasil pemeriksaan dari RS lama, saya kembali meluncur ke Morula IVF, Menteng, dan insyaallah sudah mantap untuk ikut program BT di sana... Kembali saya menemui dokter Indra Anwar dengan membawa hasil pemeriksaan sebelumnya... Konsultasi pertama, kami langsung bilang kalo kami mau ikut BT aja dok... dan yang membuat saya agak syok, dokter langsung menyarankan saya untuk mulai suntik malem itu juga.. Whattttt???? Kalo yang ini asli saya belum siap mental... hehehehe... Soalnya berdasarkan seminar yang saya ikuti di RS sebelumnya, suntikan pertama baru dimulai pada hari ke 21 dihitung sejak haid pertama.. lha ini kok ujug-ujug langsung disuruh suntik malem itu juga.... Ternyata metode yang dipakai beda, hehehehe... prosedur yang saya dapet dari seminar itu adalah metode long protocol, sedangkan yang akan digunakan oleh dokter Indra itu adalah short protocol... atau protocol antagonist.... walaaahhhh... pantesannnnn.....

Saya mencoba bernegosiasi dengan dokter mengenai kapan saya harus start program BT.. selain syok dengan waktunya, juga dengan dananya... hehehehe.. soalnya begitu memutuskan "Ya", berarti keluar dari ruangan dokter saya harus menebus obat suntikan dengan harga yang membuat dompet langsung robek.... Selain itu, alasan lain adalah, seminggu setelah hari kunjungan saya ke dokter, saya merencakan akan jalan2 ke Dieng dan Solo... walahhh... gimana dongggg.... Akhirnya kami minta tunda bulan depan aja programnya... dokter memperbolehkan... Alhamdulillah....

25 Februari 2011, haid hari pertama, saya langsung konsul ke Morula untuk cek calon sel telur yang diharapkan akan tumbuh selama program... Hasil usg, ada 7 calon sel telur yang terlihat.. alhamdulillah, karena pas bulan lalu itu cuma ada 5...

26 Februari 2011, mulai suntik Gonal-f, untuk menstimulasi pertumbuhan sel teluar, dengan dosis 300iu per sekali suntik. Jadi 1 box Gonal-f yang bikin dompet robek itu dipakai untuk 4 hari alias 4 kali suntik... Suntiknya tiap malem, jam yang sama, di tempat yang sama yaitu 2 jari di bawah pusar. Jangan ngilu ya bacanya.... saya dulu pas diterangin juga langsung ngilu, tapi pas udah ngerasain sendiri, ternyata gak seserem ngebayanginnya. Trus siapa yang nyuntik? Ya nyuntik sendiri... Whattt??? Gak percaya ya... hehehehe... pokoknya saking udah diniatin, apapun juga dijalanin deh... daripada saya harus bolak balik ke morula tiap malem jam 9, atau harus ke klinik praktek dokter deket rumah, alangkah ribetnyaaaa..... mending suntik sendiri aja lah.. diajarin juga kok caranya sama suster... Alhamdulillah selama proses suntik menyuntik tidak ada kendala yang berarti....

2 Maret 2011,
usg lagi, ternyata sel telur yang tumbuh nambah 1, jadi ada 8 folikel.. Alhamdulillahhh... ternyata suntikan Gonal-f direspon dengan baik oleh tubuh saya... Lanjut suntik Gonal lagi dengan dosis yang sama sampe tanggal 5 Maret 2011. Tapi mulai tanggal 3 Maret 2011, suntikannya ditambah dengan suntik Cetrotide, yaitu suntikan untuk mencegah para folikel ini pecah sebelum waktunya... Kenapa mesti dicegah? Karena secara alamiah, sel telur ini kan tiap hari berkembang, bertambah besar... dan ketika sel telur ini sudah mencapai ukuran yang standar, dia akan matang dan pecah.. Nah, di program BT, ini harus dihindari karena kan folikelnya nanti akan dipanen sebelum pecah... kalo udah pecah duluan, apanya yang mau dipanen coba..... So, harus suntik Centrotide 3 hari berturut-turut, di waktu yang sama dan tempat yang sama juga dengan pas nyuntik Gonal-f. Sakit kah? Hmmm... gimana yaa... namanya ditusuk sama jarum, gak mungkinlah gak sakit... tapi yaa masa kita nyerah dengan rasa sakit sih... ngebayangin apa yang kita perjuangkan, rasanya suntik menyuntik itu gak ada apa-apanya deh.. lagian lebih sakit diambil darah kok... beneran dehhhhh....

4 Maret 2011
, USG lagi... ternyata folikelnya 14 lhooo... rasa ppercaya diri dan optimis membuat saya semakin bersemangat untuk menjalani proses ini... terima kasih ya Allah.....

6 Maret 2011
, USG terakhir dan tes darah untuk mengetahui kadar hormon estradiol... Dan yang membuat saya agak syok sekaligus senang, ternyata folikel yang tumbuh ada 21!! subhanallahhhh.... Saat ini kepercayaan diri saya bahwa saya bisa menyelesaikan program ini dengan hasil yang seperti kami harapkan, berada di titik tertinggi.. Kami sangat optimis bahwa program ini akan berhasil... aminnn... Malemnya, suntikan Gonal-f dan Cetrotide dihentikan, tapi diganti dengan suprefact. Waktu dan tempat nyuntiknya masih sama dengan Gonal. Dan teteuppp... nyuntik sendiri dongggg.... hehehehe... lama-lama kebal dengan jarum suntik deh... Hari itu juga, saya diberitahu bahwa sel telur akan dipanen (OPU-Ovum Pick Up) tanggal 8 Maret 2011 jam 9 pagi.

7 Maret 2011
, tidak ada suntikan, disarankan banyak istirahat untuk mempersiapkan diri karena besoknya mau OPU...

8 Maret 2011
, jam 7 pagi saya sudah standby di RS Bunda, lt 4 ditemani suami tercinta. Karena selama proses OPU saya dibius total, maka saya diharuskan puasa sejak semalam. Jam 8 pagi saya disuntik Ovidrel, itu suntikan untuk memecah sel telur. Hihihi.. bingung ya.. kemaren2 disuntik biar folikelnya gak pecah..sekarang malah dipecahin.... yaa emang gitu... kalo sekarang kan folikelnya udah mau diambil, jadi kalo gak dirangsang untuk pecah, ntar gak pecah2 dong... padahal untuk terjadi pembuahan itu sel telur harus pecah. begituuuuuu.... Ribet yak.... hehehehe... sedikitttt..... Proses OPUnya sendiri, saya gak tau apa-apa.. ya iyalahhh... kan dibius total... yang saya ingat, saya masuk ruang operasi jam 9.. jam 9.15 mulai dianestesi.. langsung blessss... gak inget apa-apa.. sadar-sadar jam 11 an kalo gak salah.. udah di ruang pemulihan dan udah ada Mas Nanang di sana... Katanya sih tadi sekitar 30 menit prosesnya... Yang pertama saya tanyakan ke suami adalah, berapa folikel?? Hihihi.. itu pertanyaan wajib kayanya.. soalnya kan emang itu yang kita tunggu-tunggu kannnn.... Ternyata ada 16 folikel yang diambil, tapi yang ada isinya (ada sel telurnya maksudnya..) ada 11. Trus juga kata suster, hasil tes hormon estradiol saya kok gak sesuai dengan kondisi sel telur saya... Deggggg.... rasa percaya diri saya seakan langsung terjun bebas mendengarnya... Bayangin aja, dari awalnya 7 folikel, naik jadi 8, 14, dan terakhir 21.. betapa optimisnya saya... ternyata dari 21 yang diambil 16 dan sel telurnya "cuma" 11... seleksi alam telah terjadi di sini... "Hanya" 50% dari jumlah folikel yang tumbuh saja yang berhasil ada telurnya... Tapi di titik ini saya masih tetap berpikir positif.. ahhh.. kan masih ada 11... yang dibutuhkan untuk transfer kan minimal "cuma" 3 embrio aja... insyaallah masih lebih dari cukup....
Setelah sel telur saya diambil, di hari yang sama akan dipertemukan dengan sel sperma suami dengan cara ICSI, yaitu satu sperma disuntikkan ke dalam 1 sel telur... Nanti, pada hari ke 3 setelah pembuahan, embrio seharusnya sudah membelah paling tidak 8 sel, dan akan ditransfer kembali ke rahim saya... Selama menunggu embryo transfer, saya tetap beraktifitas seperti biasa.. ngantor seperti biasa, meskipun perut agak2 sedikit ngilu... Saya tetep kontak dengan dokter Agustin, koordinator pasien di Morula, memantau perkembangan pembelahan embryo kami. Embryo Transfer dijadwalkan akan dilakukan tanggal 11 Maret 2011 jam 9.30 pagi. Sehari sebelum ET, saya dapet kabar, dari 11 sel telur tersebut ada 5 yang membelah jadi embryo... Kepercayaan diri saya yang tinggal setengah, semakin merosot aja mendengar kabar ini... Duhhh Gustiiiii.... kabar apa lagi yang akan saya terima besok pagi??? Lagi-lagi "hanya" 50% saja dari sel telur diambil, yang berhasil membelah.... Saya menaruh harapan yang sangat tinggi pada ke-5 embryo kami ini... Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang buruk pada mereka... Terus terang saya cukup down dengan hasil per hari ini.. tapi suami saya tetep memberikan support kepada saya, bahwa saya harus tetap optimis.. gak boleh berkecil hati... dst..dst....

11 Maret 2011
, akhirnya hari itu tiba... sebelum jam 9 pagi saya kembali sudah standby di Bunda ditemani suami. Jadwal kami pagi itu adalah Embryo Transfer, tetapi sebelumnya kami akan bertemu dengan bagian lab terlebih dulu untuk mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan embrio kami... Duhhhhh.... deg-degan banget..... Berdasarkan penjelasan dari bagian lab, ternyata dari 11 sel telur, ada 2 yang tidak matang, jadi yang dibuahi ada 9 sel telur.. Naaahh.. dari 9 yang dibuahi, ternyata yang 4 tidak bereaksi alias tidak membelah.. jadi yang berhasil membelah itu ada 5 embryo... Daaannnn.... dari 5 itu, di hari ke 3 (pas mau ditransfer), ada 1 embryo kategori good, 2 moderate, dan 2 poor... jadi yang layak transfer ada 3.. yang poor gak bisa diapa2in lagi... Saya langsung drop demi mendengar penjelasan itu... embryo saya tidak ada yang termasuk kategori excelent... "hanya" 1 good dan 2 moderate... itu yang akan ditransfer hari ini.... dan setelah itu berarti saya tidak punya tabungan embryo lagi yang bisa dibekukan.. Kalo transfer pertama ini gagal, berarti saya harus mengulang proses BT ini dari awal lagi... Saya cuma bisa menghela nafas panjang untuk mengurangi tekanan mental dan sedikit menaikkan kembali rasa optimis saya.. Bagaimanapun juga, masih ada harapan, walaupun saya tahu kemungkinannya semakin kecil... Bismillah ya Allahhh... kami yakin yang terbaiklah yang akan Engkau berikan kepada kami.... Dan dengan perasaan galau yang masih belum sepenuhnya hilang, saya masuk kembali ke ruang operasi untuk proses ET.. kali ini suami boleh mendampingi sampai selesai... Proses ET sendiri lebih simpel dibandingkan saat OPU.. tanpa dibius.. Meskipun begitu, saya lumayan tegang juga, karena saya harus menahan BAK, padahal kondisi kandung kemih saya sedang penuh-penuhnya... Duuuhhhhh... tersiksaaaaaa..... Akhirnya proses ET berjalan lancar... dan tahap selanjutnya adalah menunggu "pengumuman" hasil BT, alias tes darah untuk mengetahui saya hamil atau tidak... Saat-saat yang paling tidak mengenakkan adalah saat menunggu... 2 minggu rasanya lamaaaa.....

Akhirnya tanggal 23 Maret 2001 kami terima raport, di saat saya dirawat di Bunda karena OHSS.. (btw, cerita tentang OHSS ntar diposting sendiri yaaa... biar yang ini gak kepanjangan....). Alhamdulillah, saya dinyatakan positif hamil 4 minggu dengan kadar hormon bHcg sebesar 141 (FYI, kisaran hormon bHcg untuk kehamilan 4 minggu itu 9-750). Tidak terlalu tinggi, tapi sangat kami syukuri... Di tengah suasana emosional saya yang benar-benar tidak menentu, program BT yang saya jalani berhasil... Seminggu kemudian saya tes ulang bHcg, dan hasilnya naik menjadi 1.523... Tanggal 6 April 2011, saya USG untuk yang pertama kali... Ada 1 kantong kehamilan di rahim saya, itu berarti dari 3 embryo yang ditransfer ada 1 janin yang berhasil menempel di rahim... Dalam hati kami, sebenarnya kami berharap diberikan kehamilan kembar, tetapi Allah berkehendak lain... Tapi berapapun itu, tak hentinya kami bersyukur atas kehamilan ini... Kami berusaha menjaga amanah Allah ini dengan sebaik-baiknya... semoga sampai pada saatnya dia bertemu kami nanti, selalu diberikan kesehatan, berkembang normal, lahir dengan selamat, tidak kurang suatu apa.. Aminnn... Meskipun ada episode panik karena bleeding sepulang kantor.. tapi alhamdulillah semuanya baik-baik saja... (Cerita soal bleeding ntar dulu yaaaa...)

N now, I'm standing here, with my 8 weeks pregnancy... Long time to go... But I always try to be optimist with it... Still hope and pray for the best but also prepare for the worst...

Jumat, 19 Juni 2009

D-day... Our 10th anniversary....

Cinta,
Terima kasih telah memilihku,
Untuk menjadi pendampingmu,
Menjadi ibu dari anakmu..
Walau aku masih jauh dari harapanmu..

Cinta,
Terima kasih telah menemaniku
Menjalani hari-hari merah jambu,
Walau kadang-kadang diselingi dengan mendung kelabu...

Cinta,
Terima kasih telah mengajariku
Untuk selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu
Meskipun masih saja selalu aku mengecewakanmu....

Atas semua yang sudah aku lakukan padamu,
Maafkan aku, Cinta...

Cinta,
Hari ini, 10 tahun sudah perjalanan kita..
Walaupun tak ada kado berpita indah dariku..
Hanya 10 lembar cerita yang khusus aku tulis untukmu...
Tapi percayalah,
Cerita itu aku tulis dengan segenap perasaan dan harapku
Bahwa aku akan tetap menjadi pendampingmu
Selama sisa hidupku....

Happy 10th anniversary....

Love u...

Rabu, 17 Juni 2009

2 days to go.....

Allah, beri kami surga kecil
Rumah syhadu berhias rahmah
Di sana tergelar helai-helai sajadah
Tempat kami berpinta dan bermunajah

Allah beri kami surga kecil,
Istana mungil bertahta sakinah
Tempat kami berteduh melepas lelah
Ranjang kokoh bertabur berkah
Tempat malam-malam kami dipeluk mimpi indah

Allah, beri kami surga kecil

(taken from bunda inong's blog)

Kan ku jelang hari itu dengan segenap asaku .....
Bismillah....

Kamis, 04 Juni 2009

Ketika Nisa EHB

Simboknya ini udah senewen dan heboh pisan.. sementara Nisanya enteng aja ngadepinnya... hiiihhhh... bikin gemes deh tuh anak.. hari ini alhamdulillah udah masuk hari ke empat.. berarti tinggal besok pagi aja... yippeee.... indahnyaaa.... sebenernya minggu depan masih ada ujian praktek sih, tapi gak terlalu kaya sekarang... lebih nyante lahhh... Foto di atas itu diambil hari Minggu, pas Nisa lagi belajar buat EHB Bahasa Indonesia dan PKN. Awalnya sih saya nyuri-nyuri aja motretnya, eeehh... gak taunyanya malah ketauan dan dia minta dipotret lagi dan lagi dan lagi... hehehe.. gak bisa liat kamera nganggur dia...

Back to EHB.. fyuhhh... selalu deh, setiap kali tiba waktunya EHB, pasti saya lebih panik, senewen dan keder sendiri.. padahal yang ujian aja malah cuek bebek.. sekarang mah udah mending, udah ada kesadaran dia belajar... mesti sering dicek sih, tapi udah jauh lebih baik dibandingin dua tahun sebelumnya... saya jadi inget, pas kelas satu dulu, mau EHB kenaikan kelas... besoknya jadwal ujian matematika... hadooohhh... udah menjelang jam 9 malem, nisa ngerjain soal masih salah terus (baca: belum ngerti konsepnya), mana soalnya semua in english, sayanya jadi emosi dan gak sabaran, nisanya jadi ketakutan, tambah salah deh ngerjainnya.. endingnya, saya dan nisa sama-sama nangis malem itu... sama-sama stress.. akhirnya saya suruh tidur aja, daripada dianya tambah stress malah gak bisa ngerjain deh besokannya...

Pas hari H nya, alhamdulillah... ternyata nisa bisa mengerjakan ujian math nya dengan baik... nilainya kalo gak salah 9,6 deh.. cuma salah 2 aja... hiiihhhh... sukanya kok bikin ibumu ini senewen to ndukkk... Ujian-ujian selanjutnya, masih ada senewen, masih ada stress-stress dikit, masih ada gak sabaran juga... tapi semakin ke sini, sepertinya kadar senewen, setres, dan gak sabarannya semakin berkurang.. mungkin karena Nisa juga udah makin besar kali yaaa... jadi udah lebih mudah dikasih tau.. udah lebih tau tanggungjawabnya... Hmmm... sebenernya sih kalo untuk urusan belajar, dia gak pernah ada masalah.. malah cenderung seneng belajar.. saya gak pernah sampe nguber-uber dan ngomel-ngomel nyuruh dia belajar.. tapi yaaa gitu dehhh... belajarnya suka-suka dia... jadi dulu tuh suka gak peduli, misalnya besok ujian math, tapi kalo dia lagi gak pengen belajar math ya susah... maunya belajar yang lain... itu tuh yang sering bikin saya sport jantung... Sekarang sih enggak.. untuk EHB kali ini, persiapan belajar udah dari seminggu sebelumnya.. awalnya Nisa saya minta baca semua pelajaran, biar ntar kalo udah deket hari H tinggal ngulang aja.. dan saya surprise lho, ternyata dia sambil baca buku paket, sambil distabiloin.. dan kok ya yang distabiloin itu emang yang poin-poin pentingnya, gitu... jadi gak asal nyoretin... Atau gak, dia bikin rangkuman di buku tulis, ntar tinggal belajar rangkumannya aja.. padahal gak ada yang nyuruh lho.. sepertinya dia sudah menemukan cara belajar yang bisa membuat dia enjoy.. alhamdulillah.. tugas simbokmu ini jadi lebih enteng... hehehe... tapi senewen mah teteuppp....

Hari ini Nisa EHB math... lucu deh kemaren pas belajar.. saya tanya mana yang belum ngerti materinya, dia bilang yang di buku paket terbitan lokal banyak yang belum ngerti.. hahhh... kan materinya sama kaya yang di My Pals, Nak (di sekolah Nisa pake 2 buku math, yang satu terbitan lokal, yang satu lagi edisi bahasa inggris, terbitan luar)... ternyata setelah dicek and ricek.. dia gak ngerti artinya... hahaha... jadi misalnya nih, di buku itu ada perintah "hitung luas dari persegi panjang".. nah, Nisa nih malah bingung, mikirnya lama, luas itu apa ya.. perimeter atau area.. gitu... mesti ditranslate dulu baru ngerti... hahaha... gaya banget deh... emang sih, dari kelas 1 mereka totally pake yang terbitan luar, jadinya mereka lebih familiar dengan bahasa yang ada di buku yang selama ini mereka pakai.. Baru kelas 3 ini mereka mixed sama yang lokal, buat persiapan ujian kelas 6 nanti.. soalnya yang sekarang baru lulus, kemaren pas menghadapi UASBN lumayan pontang panting ngejar materi diknasnya... jadi biar bebannya gak numpuk di kelas 6, makanya mulai kelas 3 udah mixed, trus ntar kelas 4-6 malah totally pake yang lokal.. bilingualnya dikuatin di kelas 1-3, gitu kata gurunya...

Kemaren saya sempet ketemu guru kelas Nisa, ngobrolin EHB.. kata gurunya, ihh.. gemes deh sama Nisa, mata pelajar PKN, kurang satu poin aja, dia udah dapet nilai 100.. itu juga salahnya karena dia gak teliti, bu.. bukannya gak bisa... hmmm... penyakit lama yang belum sembuh juga.... hehehe.. gak telitinya itu peris kaya mboknya...hadoohh.. kok ya yang nurun yang itu sih.... Padahal setiap hari, dari rumah selalu diingetin, kalo udah selesai, cek lagi, mana tau ada yang gak teliti... Nisa sih selalu bilang iyaa... iyaa... tapi selaluuu... aja ada yang kelewat.... Kalo pas pembagian hasil EHB, yang ada selalu gregetan liat jawabannya.. soalnya sebenernya dia ini bisa.. tapi gak teliti.... hmmm.... (mboknya sampe speechless sambil garuk-garuk kepala...).

Yo wis, what ever lah.... setiap orang punya kelemahan kan ya... lagian kami nyekolahin Nisa itu buat belajar, bukan cari ranking, meskipun kata gurunya Nisa termasuk unggul di kelasnya (thanks God.. di sekolah Nisa gak ada sistem ranking.. jadi anak gak merasa bersaing dengan teman-temannya... tidak ada yang merasa sombong ataupun rendah diri hanya karena sebuah angka)... yang penting kamu belajar yang bener yo nduk... biar ilmu yang kamu dapet sekarang ini bisa jadi bekalmu nanti... Di manapun dan bagaimanapun cara kamu mendapatkan ilmu itu, pasti nanti akan ada gunanya... Bapak sama simbokmu ini cuma bisa mensupport kamu untuk terus belajar.. menyediakan fasilitas sebaik yang kami bisa, memberikan kamu kesempatan yang seluas-luasnya untuk menambah bekal hidupmu, bukan... bukan semata-mata uang yang kami berikan, karena kami ingin memberikan bekal yang tidak akan pernah habis.. ya ilmu itu, nduk... jangan pernah menyerah untuk belajar yaaaa.... Good luck and have a great day, my girl....

Selasa, 02 Juni 2009

Fotomodel Wannabe

Pas ngedit foto ini, saya jadi senyum-senyum sendiri.. inget pas photo session dua hari lalu... Jadi ceritanya kan saya lagi nemenin Nisa belajar buat EHB.. trus saya iseng curi-curi foto dia pas lagi belajar, maksudnya mau diupload di blog... ehh... gak taunya ketauan, dan malah Nisanya minta difoto.. katanya refreshing lah, bu... capek, blajar mulu.... hehehe... iya dehhh.... akhirnya jeprat-jepret sambil cekikikan... lha, kan harusnya belajar, ini malah photo session...

Foto pertama, kiri atas, Nisa masih ngeliat ke kamera.. tapi foto selanjutnya gak ada yang ngeliat ke kamera.. Pas saya tanya, kok gak ngeliat sih??? Jawabaan Nisa: "Coba deh ibu liat fotomodel.. kalo difoto seringnya kan gak liat kamera... gitu, Bu.. jadi ceritanya nih sekarang aku pura-pura jadi fotomodel... jadi gak liat ke kamera" .... wakakakaka... langsung saya ngakak dengernya.....

Liat deh, gayanya sok cuek bebek banget... ihhh.... gemes gak sih... belum lagi foto yang kiri bawah tuh.. sempet-sempetnya nyomot martabak, dan abis itu teteup minta difoto... wahahahaa.... kalo fotomodel mah, gak suka ngemil atuh nenggg.... ntar perutnya buncit dan berlipat-lipat.. kaya perutnya Nisa tuhhh.... huehehehe....

Asik juga tuh punya anak menjelang ABG.. ngobrolnya makin nyambung aja.. udah kaya temen.. kadang ngobrolnya sambil bisik-bisik dan cekikikan... hihihi....

Addicted to Harpot

Like mother like daughter... hmm.. kayanya cocok banget buat menggambarkan hobi yang satu ini... Sudah agak terlambat sih, tapi mending terlambat daripada tidak sama sekali, kan... hehehe... Orang lain udah dari kapan tau baca Harpot, saya dan Nisa baru memulai baca pas mudik lebaran 2008 kemaren. Sebenernya awalnya sih yang baca serial Harpot ini Nisa, gara-gara dia minta dibeliin novel (baca: buku cerita yang tebel-tebel..), pilihannya Harry Potter aja.. (psssttt sebenernya ini obsesi ibunya, pengen ngoleksi Harpot, tapi dulu-dulu kalo mau beli, pasti ayah protes.. hehehe.. giliran Nisa yang minta, ayahnya speechless...). Tapi karena simboknya ini gak mau ketinggalan berita, dan biar nyambung kalo ngobrol sama Nisa, mau gak mau mesti ikutan baca juga donggg.... Pas Nisa udah mulai baca buku #2, saya baru mulai buku #1.. Dan seperti biasa, penyakit saya kalo udah mulai baca, suka gak bisa brenti.. apalagi baca Harry Potter ini, dibela-belain begadangan sampe dinihari demi menuntaskan rasa penasaran saya terhadap ending ceritanya... dan semakin ke belakang, ceritanya semakin seru aja..bukunya juga semakin tebel... gemes banget kan kalo harus berhenti baca pas lagi seru-serunya... Two thump up buat JK Rowling dengan semua imajinasi dan fantasinya yang begitu dahsyat dan luar biasa... sampe sekarang aja saya masih sering mikir, kok bisa ya bikin cerita segitu panjangnya, dengan segitu banyaknya tokoh, trus alur ceritanya ngalir terus... pokoknya top banget deh... Dua jempol kayanya masih kurang tuh... hehehe.... Kadang pas baca, saya beberapa kali berhenti, sambil membayangkan gimana serunya pertempuran sihir antara harry potter dengan para pelahap maut... trus kali lain, saya membayangkan Harry Potter yang malu-malu naksir sama Ginny Weasley... hmmmm.... kok bisa yaaa....

Beli buku Harpotnya nyicil, beli ketengan, pertama beli buku #1, trus Nisa dapet hadiah buku #2, trus beli buku #3 dan #4 di pameran, diskon 25%, beli buku #5 di gramed, diskon 20%, trus beli buku #6 dan #7 di Gramed lagi, diskon 30%... Hehehe... teteup, biarpun udah ngebet banget, nyarinya diskonan juga... eh, lumayan kan, secara satu buku harpot berapa coba harganya.. makin banyak serinya, harganya makin mahal, bo... kalo belinya langsung satu set, gak kuatttt... hehehe.... Kalo diitung-itung, lumayan kan diskonnya...

Back to Harpot... Akhirnya bulan lalu saya berhasil menyelesaikan buku terakhir... Fyuhhh... banyak banget kejutan di buku terakhir ini... bagaimana tokoh-tokoh baik itu satu persatu tewas dalam pertempuran melawan "Kau Tau Siapa", trus di buku terakhir ini juga terungkap siapa sebenarnya si Snape... bener-bener tidak terduga.... overall, puas bangettt bacanya... Sebenernya sih pengen ngulang lagi baca, tapi ngebayangin mesti nyelesaiin segitu banyaknya buku lagi... hmm.. kayanya entar dulu kali yaaa.... hehehehe....

Nisa, so far baru baca sampe buku #5... good job, Nisa... saya aja kadang masih suka terheran-heran, anak umur 8 taun, tapi udah betah baca 5 buku tebel-tebel gitu, trus bikin "kamus" mantra, lagi, jadi tuh ya.. mantra-mantra yang dia temukan di tiap buku, dia catet di buku, trus hapal, pula... bandingin sama saya dulu, seumur Nisa, masih baca apa yaa... majalah Bobo deh kayanya... hehehe...

Di rumah, yang suka baca Harpot itu cuma saya dan Nisa aja, kalo ayahnya mah gak doyan buku tebel-tebel gitu... sukanya yang banyak gambarnya.. kaya tintin atau asterix gitu... hehehe... Kalo Nisa, semuanya dibaca, novel iya, tintin iya juga.. kombinasi saya dan ayahnya...

Hmm... abis selesai harpot, mau baca apalagi ya.... temen kantor ada yang lagi baca twilight.. katanya sih bagus...

Selasa, 26 Mei 2009

After 16 years...


Lagi ngeberesin arsip foto lama di komputer, nemu foto yang satu ini... diambil kira-kira bulan Februari 2009, acara ngumpul-ngumpul sama temen-temen SMA setelah 16 taun gak ketemu... salah satu dampak fesbuk nih kayanya... hehehe...

Pertemuan yang terlaksana setelah entah berapa kali tertunda-tunda.. you know laaahhh... emak-emak ini kan udah pada punya urusan sendiri-sendiri.. jadi susah menyesuaikan waktu yang semuanya bisa hadir. Ini juga akhirnya cuma ketemu 5 orang yang bisa dateng.. nyari lokasinya yang deket-deket kantor aja...gak papa lah, yang penting kan silaturahminya... Oh ya, kok ya kebetulan, kami berlima ini kantornya deketan lho... dan sebelum ketemu di fesbuk, gak ada yang tau kalo kantor kita tuh cuma sepelemparan batu aja... ada sih yang jauh, cuma dibela-belain dateng juga... hehehe.. piss deh, Ri...

Mulai dari paling kiri ya, terus searah jarum jam... saya, Ambar Ariseno.. gak usah dideskripsikan lah... ntar pada bosen.. hehehe... trus sebelah saya, yang pake jilbab putih (atau kuning muda ya? hehehe) adalah Arimurti.. temen sejak SMP, SMA, Kuliah (meskipun dia di Malang dan saya di Jakarta, tapi kita tetep satu alumni..) dan kami kerja di instansi yang sama, trus Ratna Indirasari alias Nana, temen saya sejak SD, SMP, SMA.. hmm salah satu teman kecil saya.. terus lanjut lagi yang pake jilbab coklat itu Murti Sisworini, juga temen saya sejak SD, SMP, SMA, Kuliah, dan Kerja, meskipun beda kantor... Terakhir yang berbaju biru, nahhh... ini dia ibu pejabat kita... hehehe... Indriasari Sundoro, temen sejak SMP, SMA, dan Kuliah.. Eh, kami juga kerja di Departemen yang sama ding, tapi beda instansi...

Kalo liat riwayat pertemanan kami, pasti ada pertanyaan.. kok bisa sih, dari SD sampe kerja barengan terus... hehehe... iya, soalnya kami dulu tinggal di Solo, kota yang kalo ke mana-mana deket.. hehehe.. terus sepertinya dulu itu kalo udah sekolah di SD A, misalnya.. udah kebaca deh, kelanjutannya pasti kalo gak ke SMP B ya SMP C... trus setelahnya ke SMA D.. Belum lagi setelah lulus SMA, bedol desa ke universitas E... jadi ya muter-muter aja.. ketemunya orang-orang yang sama terus...

Ada cerita nih.. kami, yang kemaren ketemuan itu adalah sahabat ketika SMA.. sering banget pergi ke mana-mana barengan. Sebenernya sih kami ber 15 atau 16 kalo gak salah, cewek semuah.. tersebar dari fisika sampe sosial.. kalo udah ngumpul, heboh pisan euy... hehehe... Jadi yang kemaren ngumpul itu hanya sebagian kecil dari rombongan kami yang sebenarnya... dari seluruh rombongan, yang ketauan tinggal di jakarta tuh ada 6 kalo gak salah... ya yang ngumpul itu plus jeng ayu yang gak bisa dateng karena kejauhan... hehehe.. sori yo jeng, soale nyari yang deket kantor nihhh.... memanfaatkan lunch time... yang lainnya tersebar, ada yang masih di Solo, trus ada juga yang lagi menuntut ilmu di NZ sono (haloo... udah balik belum sih dirimu???), trus sebagian lagi gak ada kabarnya... hikkss...

Hmm... after 16 years... udah lama banget kannn.... ternyata waktu selama itu gak merubah persahabatan kita lho.. begitu ketemu, ya langsung nyambung aja lagi... heboh lagi... ketawa-tawa lagi... seru... tapi tetep aja ada yang berubah... rata-rata semuanya tumbuh ke samping alias tambah mekar... hehehehe....kecuali murti dan indri kali ya... tetep segitu-gitu aja... hebat euy.... sayangnya saya udah gak punya lagi foto jam SMA dulu ya.. kalo ada, bisa dibandingin tuh sebelum dan sesudahnya... hahaha....

Ahh... jadi kangen dengan kalian, girls... kapan ya ketemuan lagi.....

Senin, 25 Mei 2009

Rejeki itu....

.... udah ada yang ngatur.....

Yuppss... bener banget itu, kita sebagai manusia harus yakin seyakin yakinnya bahwa untuk urusan rejeki, udah ada yang ngatur... tugas kita tetep sih ikhtiar.. tapi kalo kita sudah usaha, maksimal, ya sudah, serahkan saja pada yang Maha Mengatur.. iya to??? Kalo gak gitu ati gak akan semeleh.. pikiran gak akan enteng...

Lho.. ini kenapa sih, kok tiba-tiba jadi serius banget gini? Hmmm.... beberapa waktu belakangan ini, banyak kejadian yang membuat saya seperti diingatkan, bahwa.. ya itu tadi.. rejeki itu sudah ada yang mengatur... kalopun kita merasa ada orang yang sudah mendzalimi kita.. yaahh.. kata orang-orang tua sih "lemah teles.." Gusti Allah sing mbales... aminnn....

Kami, saya dan suami sering saling "ngudarasa" (baca: curhat), tapi lebih sering saya yang curhat ding... hehehe.. kok ini begini, itu begitu... selalu di akhir pembicaraan, kesimpulan akhirnya.. "yo wis, belum rejeki kita, ikhlasin aja...". Dan selalu kalimat itulah yang bisa membuat pikiran kita menjadi lebih semeleh...

Hmmm... jadi inget nasib pembicaraan saya dengan temen yang sampai sekarang masih ngegantung gak jelas endingnya... kadang kesel juga, kok seperti itu caranya ya? Lha dulu kan dia juga yang menghubungi saya, melontarkan ide, yang dengan serius saya tanggapi, dan saya terus terang berharap banyak pada terealisasinya ide-ide itu.. sekarang giliran bola ada di tangan dia.. tiba-tiba... blessss.... menghilang, gak ada kabarnya... dihubungi gak bisa... piye to iki??? Awalnya dia bilang pengen segera merealisasikan, tapi belakangan bilang sibuk banget... belum sempet mikirin... trus gak bisa dihubungi. Apa gak lebih baik kalo baik-baik ngasih tau, apa yang sebenernya terjadi.. emang sih antara saya dan dia belum ada ikatan apa-apa, tapi kan semuanya ada etikanya, gak main kabur gitu aja... Lhah, kalo misalnya gak jadi pun, saya juga gak keberatan kok... namanya juga baru pembicaraan awal... tapi mbok ya ngomong...

Sering saya tergoda untuk menghubungi dia lagi... tapiii.. kok jadi saya yang ngejer-ngejer gitu ya.. kan sebenernya di awal dia yang butuh saya... Ahh... sudahlah... kalo udah gini, saya jadi inget hasil ngudarasa saya ke suami... "yo wis, durung rejekimu... ikhlasin aja..." dan hati saya "mak clesss.... iya, memang harus diikhlasin.. mudah-mudahan dapet ganti yang lebih besar.. aminnn". Hmmm.... rejeki itu memang sudah ada yang mengatur....

Selasa, 19 Mei 2009

Flashback Part 2...

Hahaha... kaya cerita bersambung aja, pake part 2.... Iya, soalnya pas baca postingan yang sebelum ini, Ayah Nisa sempet protes, kok ceritanya hanya dari 3 taun lalu aja... dari awal dulu pertama kali kenalan ama wajan dan panci dong.... hehehe.. maksudnya awal nikah, gitu... saya bilang, udah kepikir sih, tapi kok ya pas nulis jadinya ngalir gitu aja... kayanya bagian yang sebelumnya itu perlu dibuat tulisan terpisah deh.. kalo disambungin, takut yang baca keburu bosen karena kepanjangan... hihihi... lha wong yang kemaren aja udah sepanjang itu, gimana mau ditambahin lagi, coba... Sangat mungkin terjadi, sekuel yang sekarang ini jauh lebih panjang dibandingin dengan yang sebelumnya.. jadi yang mau baca, mohon siapkan cemilan dan minuman seperlunya.. gak perlu sapu tangan karena bukan cerita yang akan menguras air mata... wekekekeke....

Hmmm.... masih nyambung dengan kegiatan yang belakangan ini saya tekuni, banyak temen dan sahabat saya yang terkaget-kaget. Eh, jangankan orang lain, ibu saya sendiri aja masih sering geleng-geleng kepala ngeliat saya asik di dapur nguplek-uplek tepung dan telur.. kata beliau "padahal dulu saya itu gak pernah masuk dapur, lha kok sekarang bisa bikin macem-macem..." hehehe... keadaan yang memaksa saya jadi seperti ini... wahahahaha... bahasane, rek... enggak ding, saya menganggap semua ini adalah proses yang harus dijalani dan dinikmati, karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk mengupgrade diri seperti yang saya alami. Udah ahhh.. jadi serius banget nulisnya... Kita lanjutin yang ringan-ringan aja ya..

Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya, bahwa suatu saat saya memutuskan untuk menjalani aktivitas yang jauh banget dari keseharian saya sejak dulu... saya tidak pernah dibiasakan untuk masuk ke dapur.. tugas saya di rumah adalah belajar, sekolah, belajar, sekolah, itu aja.. makan tinggal nyendok, gak perlu repot-repot bikin.. cita-cita saya juga pengen kerja kantoran, bukan kerja di rumah.. yaahhh.. khas idealisme ABG lahhh... jadi ya gak kepikiran pengen bisa masak, gitu... Hmmm... tapi itu duluuuu... sekarang mah bawaannya udah gatel aja kalo kelamaan gak masuk dapur... hehehehe...

Sering temen-temen bertanya, dari dulu suka masak ya Bun? Kalau yang nanya temen sekantor, langsung aja saya tunjuk temen yang dulu mengenalkan saya pada pasar senen, dan saya persilahkan beliau untuk menjawab, seperti apa saya 3 tahun yang lalu... hehehe... Jadi inget, dulu awal nikah, almost 10 years ago, kalo urusan dapur, lebih luwes Ayah deh daripada saya... hihihi... buka rahasia nih... Iya, soalnya kan sebelum nikah, si Ayah ini tinggal di asrama, sering masak bareng temen sebelah kamar... sementara saya seumur-umur jadi anak kost, selalu langganan katering.. ke dapur paling banter nyeplok telur atau bikin indomie. Bulan-bulan pertama saya menjadi istri, yang ada saya belajar masak dari suami... hihihi... resiko ya Yah, kan udah tau dari awal kalo istrimu ini emang gak bisa masak... menu sehari-hari gak jauh-jauh dari sayur bayem dan sayur sop. Kalo pengen yang lain, andalannya ya telp ke ibu saya atau mertua.. hihihi.. minta bocoran resep... Terus terang, saya sangat diuntungkan dengan kondisi suami saya yang pemakan segala.. mau asin, manis, pait.. gak pernah komentar.. hehehe.... jadilah saya semakin pede... tapi ya sepede-pedenya saya masak, paling banter bikin masakan dari kampung halaman kami.. kalo masak yang aneh-aneh takut gak doyan... hihihi... liat aja di dapur saya, banyakan masakan kampung kan??? Kalo ada yang agak aneh, itu karena sekarang ada Nisa, yang lidahnya beda banget sama lidah orangtuanya... hehehe... pasta lover, pizza lover, bule banget dah...

Hmmm.... yaaa... begitulah perjalanan saya, seorang tukang kueh wannabe yang sebelumnya gak pernah bercita-cita jadi tukang kueh... semuanya ngalir aja, dan saya berusaha untuk tetap menikmatinya. Ada saat ketika saya merasa down, ngerasa stagnan di satu titik, gak ada kemajuan, baking blue, cooking blue... tapi selalu saja orang-orang tercinta mendorong saya untuk terus berkarya.. meyakinkan bahwa saya bisa melakukannya.... Alhamdulillahirabbil alamin.....

Senin, 18 Mei 2009

Flashback....

Sebenernya sih lagi banyak kerjaan... liat aja, berkas numpuk belum dikerjain, tapi kok ya tiba-tiba pengen nulis sesuatu... kalo gak buru-buru disalurkan bisa-bisa udah lewat moment dan hilang mood buat nulis.. sayang kannnn....

Tadi, kira-kira pas lunchtime, saya dapet telpon dari Mbak Nia, mau pesen snackbox buat rabu besok... no problemo, abis makan dan sholat, saya langsung cabut ke pasar senen buat belanja bahan-bahan yang gak ada di rumah.. thanks God, kantor saya cuma selangkah dengan pasar yang kalo nyari apa aja pasti ketemu.. udah kaya kantong doraemon aja, hehehe... jadi saya merasa sangat dimudahkan dengan kondisi saya saat ini..

Perjalanan blusukan pasar senen siang tadi seperti melemparkan ingatan saya saat pertama kali saya masuk ke pasar senen, kira-kira 3 tahun yang lalu.. Saya sama sekali tidak pernah menyangka bahwa pengalaman hari itu menjadi bagian yang tidak akan pernah saya lupakan dalam perjalanan saya sampai hari ini... titik awal yang akan membawa saya menjadi seperti sekarang ini, dari yang gak tau apa-apa menjadi seseorang yang berani menerima "tantangan" dari temen-temen dan sahabat saya untuk urusan masak-masak dan bikin-bikin kue.. meskipun, dengan segala kerendahan hati, saya mengakui sampai saat inipun saya masih pemula dalam dunia perdapuran... masih perlu banyak sekali jam terbang untuk menjadi seperti yang saya impikan...

Hmmm... kembali ke pasar senen, 3 taun lalu.... Saya asli terbengong-bengong ngeliat segala peralatan dan bahan kue yang sama sekali asing buat saya... saat itu saya hanya sebatas nganterin temen yang mau belanja bahan kue buat persiapan lebaran. Seru banget liat temen saya beli ini itu yang saya gak tau namanya... sementara itu saya juga sibuk, tapi sibuk nanya sama abang yang jual.. hehehe.. nanya ini apa, buat apa, pokoknya norak banget deh... belum lagi pas ketemu berjenis-jenis loyang, kukusan, oven dan banyakkkk banget peralatan perang di dapur yang menurut saya sangat "ajaib"... wuiihhh.. ini nih bagian lain dari dunia yang gak pernah saya bayangkan sebelumnya... I was very excited... Temen saya cerita mau bikin kue kering ini lah.. itu lah... kayanya asik banget. Saya??? Gak pernah kepikir sama sekali... saya mah ngandelin A'is aja deh.. dia kan yang udah biasa bikin kue2 kering gitu.. malah untuk lebaran, saya udah minta dia bikinin 10 toples aneka kue kering buat antaran ke mertua. Tinggal bayar, makan, beres, gak perlu nguplek di dapur.. panas.. belepotan tepung, belum lagi kalo gagal.. enggak deh... makasihhhh.... saya soalnya orang yang susah untuk menerima kegagalan... wekekekeke.....

Saya sih gak anti-anti banget masuk dapur, masak sih tetep, meskipun jarang-jarang.. hehehe.. dengan menu yang cukup standar saja. Peralatan dapur, setali tiga uang dengan selera pemiliknya.. standar banget, pokoknya asal bisa masak nasi, nyayur, goreng lauk, udah, cukup... lucky me... my hubby is real omnivora.. wahahaha... omnivora sejati, pemakan segala... jadi gak repot nyediain makan buat Ayah.. nasi panas, sambel bawang, pete goreng sama tahu atau tempe atau ikan asin, plus lalapan... udah top banget tuh buat ayah... gimana istrinya mau jadi kreatip coba??? hehehehe... piss deh Yahhhh.... Tapi, sepulang dari kunjungan perdana saya ke Pasar Senen itu, ditambah dengan obrolan dengan temen seputar urusan perdapuran dan perkuehan.. mau gak mau, saya mendapatkan pencerahan dari situ. Kayanya asik juga ya kalo bisa bikin macem-macem, masak sesuatu yang lain buat anak dan suami tertjintah... biar suami tambah termehek-mehek, gitju... hohohoho.... enggak ding... pokoknya pengen bisa mengaktualisasikan diri di dapur lah, biar kalo ngobrol diantara ibu-ibu bisa nyambung.. hehehe... Pengen sih punya dapur yang lengkap, pengen bikin apa aja tinggal buka lemari dan ambil peralatan... tapi kan butuhnya banyak banget, gak mungkin kan saya langsung beli-beli segala macem buat menuhin dapur.. bisa-bisa dipelototin suami tuh.. pasti komentarnya gini: mau dipake kapan??? hehehe.. sepertinya beliau ini sudah hopeless dengan hobi saya yang jadi pengumpul resep dari banyak tabloid dan internet tanpa pernah satupun dipraktekin... hihihi... tapi itu kan dulu Yahhhh...

Saya inget sekali, penghuni dapur saya itu hanya sebatas dandang, panci dan penggorengan plus beberapa set piring, mangkuk, gelas dan sendok garpu... peralatan untuk membuat kue gak punya sama sekali.. mikser, oven dan temen-temennya??? Jauuuhhhhh dehhhh..... Lama setelah kunjungan saya ke pasar senen, akhirnya saya memutuskan untuk beli mikser, tentunya di pasar senen juga (setelah melewati pemikiran yang panjang dan melelahkan... hahahaha... hiperbol banget..), dan percobaan pertama saya adalah bikin bolu kukus. Hasilnya?? Gagal total!!! (pssttt... sampe sekarang saya belum pernah sepenuhnya berhasil bikin si bolu kukus merekah ketawa..). Berkali-kali bikin dan berkali-kali itu juga gagal.. gak bantet, tapi gak mau mekar. Sekarang gak pernah bikin lagi, trauma, udah gitu ayah udah nyerah kalo disuruh ngabisin bederet-deret bolu kukus gagal.. udah mblenger katanya... hehehe... Trus, beberapa bulan kemudian, pas saya ulang taun kalo gak salah, Ayah kasih kejutan.. saya dibeliin oven!!! belinya nitip A'is yang mau ke Jakarta.. hehehe, teganyaaa.... jadi si A'is nih ke Jakarta sambil nenteng kardus gede banget yang ternyata isinya oven... oh indahnya duniaaa.... udah lupa apa percobaan pertama si oven.. yang jelas sampai sekarang dia ini masih setia menemani hari-hari kejar tayang saya.. tanpa pernah protes sedikitpun.. hmmm...good job!!!

Baru deh setelah punya mikser dan oven, saya mulai ngumpulin loyang dikit-dikit... mulai berani blusukan ke pasar senen sendiri demi memuaskan obsesi saya untuk punya dapur yang lengkap peralatannya.. tiap ke senen, pasti ada aja yang ditenteng.. biar cuma cetakan puding, loyang brownis, sampe kukusan yang segede punya tukang bakpao... hohoho.. niat bangetttt... Lha kok ya kebetulan, pada saat yang hampir bersamaan, saya nemu milis masak-masak yang top banget, yang dari sana saya dapet buanyaaakkkk banget ilmu, nemu banyak sekali temen, baik yang senasib, sama-sama pemula yang baru belajar masuk ke dapur, sampai dengan para pakar di bidang perkuehan.. jadi semangat deh, saya gak perlu berkecil hati, karena di sanalah saya bisa banyak belajar, banyak ngerepotin para suhu dengan pertanyaan-pertanyaan saya yang kadang-kadang gak mutu banget... hehehe, terima kasih bu Fatmah.... Satu lagi, dari milis itu juga saya jadi tau tempat-tempat yang wajib dikunjungi oleh para bakul kueh.. salah satunya di deket kantor saya lho.. wahhh... saya seperti menemukan surga belanja peralatan dan bahan kue.. yang pasti, saya sering kalap di sana... hikkkss.... Saya tiba-tiba jadi semangat banget nyari di mana lokasi toko Titan yang nun jauh di Fatmawati sana.. bela-belain turun naik busway dan nyambung metromini, siang-siang bolong.... hmmm... gak ada matinya dahhh...

Setahun lewat sejak kunjungan perdana saya ke pasar senen.... menjelang lebaran, saya pengen bikin kue kering untuk pertama kalinya... sederhana saja pikiran saya, buat oleh-oleh orang tua, mertua dan juga para asisten saya... kok ya hasilnya bagus, menurut saya lho ya..... trus iseng saya bawa ke kantor... ehhh... malah pada minta dibuatin. Ya sudlah... mulailah debut saya sebagai tukang kueh kering... gak ngoyo, 15 toples dipesan oleh temen2 saya... wuihhh... bahagianya... pas terima pembayaran tuh kayanya puassss.... banget... merasa keringet dan begadang saya dihargai orang, gitu.... Setelah lebaran, profesi saya kembali seperti semula, kegiatan membuat kue juga tergantung mood aja... kalopun bikin, itu juga buat sendiri.. oven lebih sering nagkring di atas lemari dapur dibandingkan di atas kompor, tentu saja masih kinclong.... hehehe... jarang dipake...

Menjelang ramadhan 2008 lalu, tiba-tiba A'is minta dikirimin kue kering buat di jual di Solo.. setelah saya bawain oleh-oleh 2 toples kue kering jenis pastry.. Whattt??? Yang benerrr..... mana mintanya minimal 100 toples, lagi... ya udahlah, gayung bersambut... dalam 2 minggu ngirim 100 toples, dan tanggapannya alhamdulillah gak mengecewakan... Trus lewat komunitas kantor, saya coba tawarkan kue-kue saya, secara online... ternyata responnya diluar dugaan saya.. pesanan kue kering saya sampe overload... yang jadi korban tuh A'is.. karena keterbatasan kapasitas produksi saya, A'is saya paksa untuk membuat sendiri pesanan yang datang lewat dia... hahahaha... ngamuk-ngamuk dia... tapi ya gimana lagi, saya udah bener-bener gak sanggup lagi... total sekitar 350 toples kue kering saya produksi di dapur saya yang luasnya tak lebih dari 6 meter persegi.. dengan 1 mikser cucina plus 1 oven tangkring yang saya paksa kerja keras.. kalo yang lain selama ramadhan pada taraweh di masjid, "taraweh" saya tiap hari di depan mikser dan oven.. astaghfirullahhh...

Setelah lebaran, saya sempet vakum dari kegiatan perbakingan.... kayanya mabok kue keringnya gak abis-abis deh... hehehe... break dulu ahhhh... kembali jadi abdi negara yang baik... hehehe... Ternyata, mungkin sudah jalannya kali ya, miles stone selanjutnya menuju profesi tukang kueh adalah saat ulangtaun Nisa. Saya pengen bikinin something special buat gadis saya yang jarang minta sesuatu itu... Pilihan jatuh pada goodiebag yang salah satu isinya adalah cupcakes. Rencananya mau dibagikan ke temen-temen sekelas aja. Ada sebulan kali ya saya sibuk browsing resep yang kira-kira perfect.. trus nanya ke sana kemari, mesti gimana.. wah, pokoknya hebhoh banget.. padahal cuma mau bikin 30 paket aja lho.. hehehe... memang, pengalaman pertama itu selalu bikin senewen ya... Alhamdulillah goodie bag pertama saya sukses.. dan setelah foto plus ceritanya saya upload di blog, temen-temen saya pada bilang ihh.. kuenya lucu bangettt... dan mulai deh, ada yang minta dibuatin.. dikit-dikit sih, masih dalam rangka ngelemesin tangan aja.. jualannya juga murah meriah.. Trus pernah sekali saya bawa kue tart ke kantor, itu juga hasil percobaan, pertama kalinya ngedekor kue.. tanpa kursus, hanya mengandalkan ilmu di milis dan kenekatan saya aja... hehehe... ternyata kata temen-temen enak... Alhamdulillah... Dari situ, mulai ada diversifikasi porduk, dari yang awalnya cuma kue kering aja, sekarang udah berani bikin cake, didekor, pula.... sedikit demi sedikit dapur saya mulai berproduksi di luar waktu lebaran...

Semakin ke sini, ternyata keisengan saya jadi berkembang ke arah pemikiran "kayanya boleh juga nih diseriusin...". Saya mulai nerima order dari temen-temen di luar komunitas kantor saya.. dan rata-rata mereka puas dengan apa yang saya persembahkan untuk mereka... sering juga mereka repeat order ke saya, menantang saya untuk membuat sesuatu yang belum pernah saya buat sebelumnya... hmmm... selalu ada cerita di setiap order yang berbeda... hahahaha.... Oh ya, sekarang ini variasi produk saya udah jauhhhh lebih banyak dibandingkan kemaren-kemaren lho... trennya sedang berkembang ke arah snack untuk snackbox. Di sini, saya lebih dituntut untuk profesional.. karena beda sifat makanan, beda pula penanganannya kan... kalo dulu bikin-bikin cake, bisa dibilang saya one man show.. para asisten sebatas bantuin ngoven dan nyuci-nyuci peralatan aja.. totally kreatifitas saya yang bermain... dan itu bisa dikerjakan sehari sebelum hari H pengiriman, jadi malem udah kelar semua, tinggal tidur, besok tinggal nganter. Tapi dengan karakteristik yang sekarang, gak bisa lagi kaya gitu... semuanya harus dibuat se-fresh mungkin... jadi, bangun dini hari buat ngegoreng risol atau apalah finishing pesenan udah bukan hal baru lagi... hehehe... Terus, manajemen waktu, manajemen personil harus lebih oke... ibaratnya kalo kemaren-kemaren saya kerja pake otot, sekarang lebih kerja pake otak... hehehe... pekerjaan yang bisa saya delegasikan ke para asisten, sebisa mungkin tidak saya kerjakan sendiri... saya tinggal mengorganize mereka, mengerjakan sesuai dengan urutan prioritas yang sudah saya tentukan. Masih sering kedodoran juga.. sering akrobat di dapur karena waktu udah mepet... senewen, deg-degan... tapi itu semua ilang pas denger komentar dari yang mesen kalo kuenya enak, dan pada suka....winnnkkkkk..... terbang dehhhh.....

Sekarang, saat ini, ketika saya nulis panjang lebar sebagian kecil perjalanan saya.. saya tetap tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah, karena tidak mungkin saya bisa seperti sekarang ini kalo Ia tidak menghendakinya... Dengan memberikan saya orang-orang terdekat yang selalu mendukung saya, menyemangati saya ketika saya down, tetapi juga mengkritik saya ketika saya melakukan sebuah kesalahan... semua itu dilakukan demi kebaikan saya dan kemajuan aktivitas saya ini.. Thanks to my beloved hubby n daughter.... You're my best.... Luv U.....

Senin, 11 Mei 2009

Ketika Profesionalisme Tukang Kue Dipertaruhkan

Sekali lagi posting tanpa foto.... hehehe.. mau cerita ajah soalnyaaaa....
Begini lho.... Dalam mengerjakan suatu pekerjaan kita dituntut professional, saya setuju banget... memang harus begitu... tapi aturan itu menjadi susah untuk diterapkan ketika perhatian dan pikiran kita sedang tersita untuk sesuatu hal lain yang sangat mendesak untuk diselesaikan... wah, bisa gak karu-karuan tuh urusannya kalo begitu... seringkali kita jadi gak fokus ke pekerjaan kita.. dan hasilnya hampir bisa dipastikan tidak sesuai dengan harapan kita.. Idealnya sih kita harus bisa memisahkan mana yang harus kita lakukan saat itu, dan mana yang harus kita pikirkan kemudian... Tapi buat saya, sering yang begini ini gak bisa terhandle dengan baik.. gimana coba, ketika load pekerjaan kantor sedang numpuk, sementara ada rikues kue mendadak.. mau gak mau ada yang mesti jadi korban kan? Dan biasanya sih yang jadi korban selalu urusan kantor... wakakaka.... ya.. you know lah.... soalnya kan urusan perkueh-an ini masih dalam tahap pengembangan, jadi wajar lah kalo butuh perhatian lebih... kalo urusan kantor..ehmmm.... gak papa kan sekali-sekali kabur... hehehe... kadang si Ayah yang protes, udah digaji gede kok kerjaannya ngilang mulu... hihihi... maunya sih dua2nya kepegang, Yah.. tapi apa daya, upik abu tangannya cuma duaaaaa.... jadilah saya bisa profesional di urusan perbakingan dan (sedikit) tidak profesional di urusan kantor.. uppsss... gak sering kok... hehehe..

Tapi yang terjadi weekend kemaren gak ada hubungannya dengan urusan kantor.. weekend, gitu lohhh... tapi pasangannya tetep urusan bikin-bikin kue, tentunya... hehehe... Jadi ceritanya, saya udah menyanggupi pesanan 3 jenis kue kering masing-masing 3 toples, untuk dikirim senin pagi. Saya pikir saya akan punya cukup waktu karena ada 2 hari libur kan.. nyatanya, waktu memang ada, tapi pikiran lagi gak fokus.. jadilah urusan perbakingan (hampir) terbengkalai... hampir menyerah dan men-delay-kan waktu pengiriman. Profesionalisme saya sebagai tukang kue wannabe sedang dipertaruhkan... wakakaka... bahasanya tinggi, bow.... biar tukang kueh tapi kan teuteup harus keren dong ah... huehehehe...

Akhirnya, syukur alhamdulillah... semuanya bisa selesai sesuai yang direncanakan, meskipun banyak terjadi accident selama 2 hari kemaren.. Mau tau?? Sabtu pagi mulai belanja bahan, nyampe rumah, kepala yang sejak beberapa hari sebelumnya sudah dipenuhi dengan urusan benang kusut yang belum tau kapan bisa dilurusin, tambah puyeng dengan perkembangan yang sepertinya semakin memburuk... Berusaha melupakan dengan mulai ngublek-ngublek tepung dan telur, akhirnya saya nyerah, susah kalo kerja tapi gak fokus.. dan mendelegasikan ke Apo dan Nur, sementara saya fokus pada upaya meluruskan si benang kusut ini... Sabtu sore, Apo nanya mau bikin kue apalagi, tapi saya cuekin... cuma saya kasih resep, tanpa instruksi apa-apa.. terserahlah mau jadinya kaya apa.. benang kusut mulai tambah kusut.. mbundhet.. harus diuraikan segera... udah gak kepikiran bikin kueh lagi.. hasilnya?? karena bekerja tanpa supervisi, hasilnya sama sekali tidak seperti yang diharapkan.. sangat mungkin saya salah ngasih resep juga.. lagi-lagi karena gak fokus... huhuhuhu....

Minggu pagi, proses menguraikan benang kusut mulai menampakkan hasil... belum begitu menggembirakan, tapi sudah bisa membuat semangat baking saya ada lagi (meski agak dipaksakan). Niatnya mau bikin cheese button, kue andalan yang belum pernah gagal... lha kok saya ini pede banget mau bikin sendiri, by my own hand.. mulai nyampur gula dan margarin plus telur... pas mulai ngocok, ada perasaan gak enak.. ternyata, bener aja, saya salah baca resep!!! Sesuatu yang belum pernah saya lakukan!!... What a day..... benang setengah kusut setengah terurai plus adonan salah resep hasilnya emosi jiwa!!! wakakaka... akhirnya nyerah lagi deh saya, kayanya saya belum boleh masuk ke dapur sebelum bisa bener-bener yakin bisa fokus... Langsung order ke Apo lagi, tapi kali ini sesekali disupervisi.. alhamdulillah sukses.... fyuhhh.. lega....

Tapi masih ada satu jenis kue lagi yang belum dibuat.. mengingat yang semalem gak layak tayang.. ngoprek resep lagi, kali ini pake resep yang udah pernah dibuat sebelumnya (tuh.. kan.. yang semalem itu emang bener-bener salah ngasih resep... dasar lagi eror... huaaaaaa....). Pas mau nyuruh Apo (belum pede mau bikin sendiri.. kalo sempet salah lagi, tamat riwayat deh.. bahannya udah pada abis soalnya...), ternyata dia mau pergi sama sodaranya..... Hahhh??? berarti I have to do this things by my own self... pede gak ya??? tapi ya harus pede dong.. hikksss... bener-bener deh, pertaruhan profesionalisme yang sesungguhnya... karena gak bisa entar-entar lagi, lha wong besok udah mesti dianter.. kalo nungguin apo, ya baru mulai setelah jam 9 malem... mana tahannnn....akhirnya dengan membaca bismillah, pelan-pelan baca resep, sampai minta Nur ikutan baca dan memastikan bawa semuanya sudah on the right track... hihihi.. kaya apa aja ya... saking desperadonya... pokoknya desperate housewife banget deh judulnya... Alhamdulillah, akhirnya semua berjalan sesuai rencana.. my baking blue is over.. and I did it!! Jam 9 malem semua udah rapi masuk kardus.. siap dianter ke pemesan... Dan bagaimana kabarnya si benang kusut?? sudah terurai dengan sempurna (insyaallah) dan masing-masing warnanya telah jelas terlihat.... Oh indahnya duniaaaa.....

Note: Kuenya belum jadi dianter karena tadi hujan deres banget... kita tunggu komentar yang mesen ya....

Minggu, 10 Mei 2009

Farewell (again...)

Lihat "jejak langkah kami" di atas gak??? 1 month 1 week and 3 days until our anniversary.. begitulah kalimatnya... Trus hubungannya apa dengan farewell??
Jadi begini, kira-kira sebulan lagi, kami akan sampai pada detik di mana sepuluh tahun sudah kami berjalan bersama.. beriringan.. kadang juga depan belakang, ding.. hehehe... menangis, tersenyum, tertawa bersama. Tentunya kami tidak hidup sendiri.. banyak sahabat yang selalu setia menemani hari-hari kami, menjadi saksi bisu apa yang telah kami alami.... huaaaa... kok jadi lebay begini sih... yang begini ini nulisnya entar aja yakkk.. kalo udah hari H anniversary... So, back to topic...

Belakangan ini, satu demi satu "sahabat-sahabat" kami harus kami relakan untuk pergi... terakhir, tadi pagi kami harus kembali melepas salah satu sahabat setia kami selama hampir sepuluh taun ini.... sedih??? Hmmm... ada lahhh.... namanya juga bakal berpisah... Siapakah dia? Yess... namanya Jeng Electroy... si kompor electrolux kami... hahaha... kirain siapaa???? Hehehe... bener kan, dia ini sahabat kami sejak pertama kali kami memasuki rumah kontrakan almost 10 years ago... Coba kalo gak ada dia... gimana tuh... hehehe...

Tapi, tadi pagi, dengan sangat terpaksa kami harus mengistirahatkannya karena nampaknya si jeng yang satu ini tidak kuat lagi menanggung beban yang diamanahkan kepadanya.. apalagi sejak setahun belakangan ini saya seringkali menjadi raja tega..eh.. ratu tega... dengan memaksa dia bekerja nonstop demi memuaskan nafsu belajar si tukang kueh amatir ini... Dengan oven yang terus menerus nangkring di atasnya... mana tahannnnn..... Rupanya bentuk protesnya si jeng ini adalah dengan mengeluarkan bunyi "bluggg" setiap kali kompor dimatikan.. udah gitu apinya gak mau biru sempurna lagi, dan yang paling parah, "burner"nya retak kemudian berakhir pecah.... OMG...

Akhirnya diputuskan bahwa di jeng ini layak untuk beristirahat dengan tenang, dan segera kami carikan penggantinya.. langsung dapet.. beda merek, tapi kelihatannya lebih bongsor.. dan harapannya sih performancenya paling tidak sama dengan pendahulunya atau kalo bisa ya lebih bagus lagi lah... kan umurnya udah beda 10 taun...

Oke deh... buat jeng electroy.. selamat beristirahat dengan tenang... terima kasih atas pengabdian sampai titik api yang terakhir... dan buat jeng Ririn.. selamat bertugas di dapur kami.. Oh, iya... sampai saya nulis ini, belum ada acara perpisahan versi Nisa.... hehehe... mudah-mudahan gak ada lagi air mata ya, Nissss......

Senin, 16 Maret 2009

Greatest Love of All

(One of my Fave Song... by Whitney Houston...)

I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me

Chorus:
I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me

The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

Chorus
And if by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

Rabu, 11 Februari 2009

BMDB English Competition 2009

Sabtu, 7 Februari kemaren, Nisa ikutan lomba Story Telling yang diselenggarakan oleh sekolahnya.. pesertanya dibagi 2, internal sekolah dan eksternal sekolah (dari sekolah lain, gitu...). Persiapan lumayan heboh, udah dari 10 harian sebelumnya.. iyalah heboh, secara ini acara bercerita in english.. dan nisa belum lancar-lancar banget ngomongnya (bercerita, gitu lohhh....), jadi preparationnya juga mesti lebih serius dong.. apalagi Nisa milih ceritanya "Snow White"... hmmmm... anak itu emang gak bisa jauh-jauh dengan yang namanya princess-princesan gitu deh... Untungnya di rumah punya buku kumpulan cerita disney yang english version, jadi kan gak repot-repot translate dulu... pas dilihat, alamaaaakkkkk panjang juga tuh ceritanya.. Ya sudahlah, dikit-dikit dululah ngapalinnya... Sampai dengan H-2, Nisa baru apal 1/2 dari cerita.. dan anaknya nyanteeeee... bangettttt... kalo gak diingetin kerjaannya baca melulu.. kayanya Nisa tuh udah keracunan Harry Potter stadium mengkhawatirkan... hehehehe... emaknya ini dong yang mulai senewen... Sampai H-1, udah mendingan, tinggal beberapa paragraf yang masih terbata-bata.. untungnya ada kalimat yang di skip, biar gak kepanjangan... Hmmm... mudah-mudahan semuanya sesuai harapan deh...

Sabtu pagi, sempet terjadi hiruk pikuk di rumah.. hehehe... biasa, dari mulai Nisa yang susah bangun, berkali-kali diingetin mandi, sampe udah last minute tapi ayah belum selesai mandi juga.... karena udah mefet waktunya, diputuskan Nisa dan saya diantar Apo ke sekolah duluan pake motor, ntar ayah nyusul. Baru mau ngeluarin motor, tiba-tiba ujan deres banget.. akhirnya nunggu dianterin ayah deh... Baru mau masuk mobil, ada sms masuk ke hp ayah. Ternyata panggilan rapat dari kantor ayah, segera.... huaaaaa.... crowded banget gak sihhh.... Akhirnya kita tetep dianterin ke sekolah Nisa, trus gak lama kemudian ayah brangkat ke kantor deh...

Acara di sekolah Nisa mundur (karena hujan kali ya...), dari yang harusnya 7.30 mulai, ternyata 8 lebih baru mulai.. yang ikut story telling intern ada kali 30an anak, grade 3-4. Berangkat dengan semangat Nothing to Loose, ternyata tidak membuat Nisa rileks.. selama nunggu giliran (manggilnya acak lho.. jadi seluruh peserta senewen mulu bawaannya...), beberapa kali Nisa bolak balik ke toilet.. yang pipis lah, yang cuci muka lah.. belum lagi bilang mau mengundurkan diri... hihihi... anak kecil bisa senewen juga ya ternyata.... sampe segitunya..

Akhirnya tiba giliran Nisa dipanggil.. Ternyata saya ikutan deg-degan juga lho.. hehehe.... tapi di depan Nisa saya sok cool ajah, biar dia gak tambah senewen... Awal-awalnya, pas perkenalan diri, Nisa keliatan masih grogi.. tapi sesudahnya, pas masuk inti cerita.. mulai "Long ago, in a far away place... bla...bla...bla..." udah mulai enjoy deh... sampe akhir cerita gak ada kendala yang berarti... alhamdulillahhhh..... Lawan-lawannya beragam, dari yang mulai gak keluar suaranya gara-gara demam panggung, sampe yang bagus banget ada... Nisa kalo menurut saya sih cukup bagus, cukup enjoy dalam penyampaian, dan cukup bisa dinikmati oleh audience (baca: ibunya.. hehehehe)

Tibalah saatnya pengumuman pemenang... Nisa dan temen-temennya udah duduk manis di karpet depan panggung.. saya mah nyante-nyante aja, liat-liat bazaar, milih-milih buku (tapi gak jadi beli..). Menang alhamdulillah, gak menang juga gak papa... yang penting kan have fun.. ya nggak??? Ternyata penilaian saya beda dengan penilaian para juri ya.. peserta yang menurut saya bagus, ee... gak menang... dan Nisa, yang menurut saya kalopun menang paling banter juara harapan, ternyata dapet juara II lho... Alhamdulillahhhh... Juara I nya Elda (3B), Juara II Nisa (3B), juara III Azhar (4A), harapan I Winda (3B), harapan 2 Athena (3A). Buat yang belum menang, next time will be better ya... Buat seluruh peserta.. you've gave your best... two thumb up for you all....

Pulang ke rumah, hadiah langsung ditaruh aja di meja.. ada piala dan map (yang saya pikir) berisi sertifikat (saja). Sorenya, pas mapnya dibuka, ternyata ada 2 amplop di dalemnya... wahhh.. apa nih? Sempet rebutan juga sama Nisa, soalnya sama-sama pengen duluan buka amplopnya... hihihihi... emak sama anak sama ajah... Isinya apa coba? Satu amplop berisi voucher pendaftaran gratis di BMDB (gak kepake deh.. kecuali bisa dipake buat daftar ulang kenaikan kelas hehehehe...), trus satu lagi isinya uang!! iya.. uang... saya bahkan gak ngeh sama sekali dengan hadiah yang akan diperoleh dari lomba story telling tadi lhooo... soalnya dari awal emang gak mikirin hadiahnya sih... yang penting partisipasinya kannnn....

Hadiah uangnya 300 ribu.. sama Nisa langsung dibawa masuk kamar. abis itu nguplek aja tuh di dalem kamar... gak lama, keluarlah di dengan 2 amplop, yang satu buat saya, satu lagi buat ayahnya... pas dibuka, yang buat saya, isinya uang 100 ribu. Yang buat ayahnya, juga 100 ribu dan ada suratnya... Yang 100 ribu sisanya dia masukin celengan. Huaaaaa.... saya dan ayahnya jadi terharu biru dengan pemberian ini... dan air mata ini bener-bener gak bisa ditahan... anak saya sudah memberikan jerih payah yang menjadi haknya kepada kami, dengan begitu tulusnya.... mudah-mudahan semangat untuk saling berbagi ini bisa tetap ada sampai kapanpun ya nakkk.....

Ini surat Nisa buat Ayah. Bunyi lengkapnya gini: "Ayah, tadi aku menang Juara II. Terus aku dapet hadiahnya tropi, sertifikat dan uang. Jumlah uangnya III00.000 (baca: 300.000), aku bagiin ke Ayah dan Ibu seratus. Love. Nisa".... gimana gak terharu biru nerima surat begini dari anak umur 8 taun....

Here is the runner up Story Telling Competition 2009...
Congratulation, girl... We're proud of you...
Keep on trying to be better....

Senin, 02 Februari 2009

Kalap di Kompas-Gramedia Bookfair

Sabtu kemaren, saya, Nisa beserta dua dayang-dayang nyempet-nyempetin ke Bookfair di Istora.. Berangkatnya nebeng ayah yang mau ke acara-ngumpul-ngumpul bareng temen-temen SMAnya. Dari pertama tau kalo ada bukfer, udah niat pengen ke sana.. pengen nyari bukunya harry potter yang ke 3 dan seterusnya.. (hahhhh... hare gene baru mau nyari harpot??? kemaren2 ngapain aja buuuu....). Hihihihi... jadi ceritanya kan Nisa addict banget sama yang namanya baca buku, tapi dia gak mau lagi dikasih buku yang tipis2 (maunya novel, booo..., gaya banget deh anakku...), ya sudah, dicoba beliin Harpot yang pertama..ehhhh... gak taunya keterusan... lanjut ke buku kedua deh.. ujung-ujungnya, emaknya ini ikutan baca juga.. malah duluan selesai... hihihi... iya dongg, kan biar nyambung kalo diajak ngomong.. mantra buat ini apa.. buat itu apa... gitu.. trus tokoh-tokohnya siapa aja... hehehe...

Tapi selain Harpot, boleh donggg liat-liat yang lain.. mumpung diskon.. kalo ayah sih udah pasti, nitip liatin Tintin.. kalo-kalo ada koleksi yang kita belum punya.. hehehe... Kalo ibu? Wahhh.. gak usah ditanya deh, pasti gak jauh-jauh dari urusan dapur... Beginilah susahnya kalo emak, bapak dan anak semuanya addict sama buku... jebol dah dompet tiap kali menginjak ke toko buku... hehehe.. sampe-sampe rak di rumah udah gak kuat lagi menanggung derita.. keberatan dengan tumpukan buku yang tiap hari makin banyak aja jumlahnya... belum lagi yang di kerdus... (halloooo... ayahhhhh.... kapan kita bikin rak buku lagiiii????).

Oke deh, prolognya kepanjangan.. hehehe... sekarang kita liat apa yang kita angkut dari bukfernya kompas dan gramedia yukkk....



Yang namanya ke bukfer, belum pernah ada ceritanya deh anteng dan gak kalap liat buku dijembreng segitu banyaknya.. pake embel-embel diskon, lagi... mana tahannnnn..... kali ini, yang pertama dituju di kompleks majalah dan buku-buku masak.. dapetlah 3 buku, food cure 1 dan 2 trus sama buku langsing dan sehat dengan sports theraphy... ceritanya untuk menunjang kebiasaan baru nihhh.... hehehe... setelah Nisa sempet protes, kok emaknya ini nguplek melulu di tempat buku masakan, akhirnya pindah deh... dan tempat kedua ini yang bikin kalap dot kom... gimana enggak, buku Harpot berjejer dengan manisnya.. trus tintin juga buanyak.. belum yang lain-lain... hmmm... akhirnya pilihan jatuh pada Harpot 3 dan 4 (maunya sih beli semuanya, tapi nyari yang softcover gak ada.. hardcover muahal, bo...). Harpot yang buku 3 sih sebenernya hardcover juga.. tapi karena udah mupeng banget (secara harpot 2 nya kan udah kelar...) dibeli juga deh... yang buku 4 alhamdulillah masih ada yang softcover.. bungkussss.... dapet Tintin juga, tapi cuma satu aja, yang judulnya permata madame castafiore (bener gak sih judulnya.. lupa sih.. soalnya jarang baca tintin).. kok cuma satu? Soalnya lain lain udah punya semuah... hehehe.. hasil beli ngeteng di gramed beberapa bulan ini (kalo beli langsung ya jebol kantongku... Trus apalagi ya? Ada obralan buku 10 ribuan, beli deh.. judulnya "Optimizing Your Child's Talent".. (dooohhhh... berat banget judulnya yak... baru baca halaman pertama aja langsung pusyingg.. hehehe), ada lagi nih "all you have to know about Callories" (wakakakaka.. emang perlu banget nih buat tau..). Trusss... beli buku tentang Infertil juga.. hmmm... buat referensi aja, siapa tau bermanfaat.. Sempet nyaut komik avatar 2 biji (yang buku 12 dan 13)... awalnya mau beli lebih banyak, tapi ternyata grupnya avatar gak ikutan promo BCA, jadi gak ada tambahan diskon.. hmmm kalo gitu belinya 2 aja deh... hehehe. Oh ya, buat ayah, ibu beliin buku yang agak-agak berat bahasannya.. judul persisnya lua, pokoknya tentang para presiden dan mantan presiden di negeri ini deh... isinya, yaaaa... gitu dehhhh.... gak usah dibahas. hehehehe Pas udah jalan mau pulang, lewat stan yang jualan VCD.. kali ini kita berhasil ngebungkus Narnia dan Harpot yang ke 3 (diskonan juga donggg...)



Oh ya, Kisah Pena Bulu Shakespeare juga masuk ke shopping bag... hehehe... buku yang masuk daftar "buku yang harus dibeli" Nisa. Ada banyak judulnya.. so far Nisa udah ngumpulin 3 atau 4 buku (buku tentang sejarah, tapi dikemas dengan bahasa yang menarik buat anak-anak..). Belum sehari juga udah abis dibaca tuh sama Nisa...



Kalo yang ini, rencananya mau dikirim ke Solo buat Lia, ponakan yang mau siap-siap UAN tahun ini, trus juga harapan para orang tua ini, dia bisa masuk STAN... (ehmm..ehmm....).. aminnnn.... Nah, buku yang ijo itu buat Tita (eh, ibunya ding..), buat tambahan referensi kalo mau ngebikinn makanan buat si genduk...



3 buku buat kado Alia, yang ulangtaun tanggal 29 Januari kemaren, tapi sampe hari ini kadonya belum dikirim... hehehe.. tante yang pemalas.....

Kali ini giliran novel yang kita acak-acak... gimana gak kalap, coba.. segala novel karangan Marga T, Mira W, V Lestari, S Mara GD dan muasih banyak lagi... bertumpuk-tumpuk.. dijual dengan harga 5000 perak. Hari gini.. 5 ribu perak itu cuma dapet nasi sama sayur doang lho.. tanpa tempe... ini bisa dapet buku cakep-cakep... akhirnya saya instruksikan kepada para dayang, boleh pilih sebanyak yang kamu suka... dan keluar dari stan buku murah, kita berhasil mengangkut setumpuk buku, dengan membayar 70ribu sajah... Gak percaya???

Ini buktinya.. bener kan, 5000 perak??? Sebenernya masih pengen ngeborong banyak lagi.. tapi kata Apo.. udah, bu.. ini udah kebanyakan.. ya sudah lah.. akhirnya petualangan kita di bukfer kita akhiri di counter VCD buat ngebungkus Narnia dan Harpot.. (sebenernya Nisa pengen ambil Jonas Brother juga... apaan tuh?? emaknya gak nyambung... wekekekee...). Udah ah.. meskipun yang kita beli itu semuanya barang diskonan, tapi tetep aja lama-lama berasa juga tuh kalo dompet udah mulai kempes, dan kartu kredit bca udah mulai menjerit.. So, pulang deh kita... hati puas duit telasssss (habis)... hahahaha.... Sampai jumpa lagi di lain bukfer dan lain kekalapan... hihihi

Kamis, 29 Januari 2009

A Gift from My Daughter

Beberapa hari menjelang Hari Ibu, sore-sore, pulang kantor, Nisa langsung menyodorkan sepucuk surat kepada saya.. sepertinya dibuat dari kertas origami, warna kuning oranye.. seperti di bawah ini nih...

Ada pesennya: Jangan dibuka Sebelum Hari Ibu.. oke dehhhh...

Setelah dibuka, ada surat terlipat... Untuk Ibu...




Ini dia isi suratnya... Offcourse I do, sweety....

Dan pas Hari Ibu, Nis amempersembahkan cupcake ini buat Ibu.. she made it by her own hand... Tulisannya: I Love U Mom... Love U too honeyyyyy...... Thanks for your nice suprise ....

Jumat, 09 Januari 2009

Starting a New Lifestyle



Tahun baru, boleh dong punya keinginan baru.. tentunya keinginan untuk menjadi lebih baik dari tahun kemaren donggg.... Pengennya sih tahun ini bisa jadi tahun hidup sehat... hehehe.... bukan berarti kemaren-kemaren gak sehat lho ya.. cuma pengen lebih sehat aja, gitu.. Belum basi kan hari gini baru nulis rencana dan harapan untuk setahun ke depan.. hehehe... tahun barunya kapaaannn... nulisnya kapannnn... gakpapa lah, daripada enggak nulis sama sekali... hehehe...

Mulai awal tahun ini, saya dan suami harus memaksakan diri buat olah raga.. selama ini, yang namanya olah raga tuh, malessss... banget.. punya waktu cuma wiken aja, trus kayanya gak rela banget gitu kalo wiken pun mesti bangun pagi-pagi buta buat olahraga... secara tiap hari udah dulu-duluan bangun sama ayam... hihihi... pemalass...

Lucky me, saya selalu nyampe kantor sebelum jam 6.30.. (waksss... ini pegawe atau klining servis, buuuu???.. hehehe), dan kebetulan juga, di depan kantor itu ada hotel yang menyediakan fasilitas gym untuk umum. Kebetulan lagi, (dari tadi kebetulan mulu dwehhh...), ada beberapa temen kantor yang ikutan member di situ.. jadilah saya dimudahkan untuk memulai hidup sehat saya.. kalo ada temen barengannya kan jadi gak males lagi... Saya biasa ambil jam pagi, sebelum jam masuk kantor buat olah raga.. lumayan kan, waktunya jadi lebih bermanfaat.. dari yang biasanya nyampe kantor paling-paling buka2 komputer, trus buka2 imel dan ngeblog, sekarang ada kalori yang terbuang.. Tujuan utamanya, pengen sehat.. nah, kalopun bisa sedikit mengurangi berat badan, itu bonus deh... (ini saking udah hopelessnya gimana mau nurunin timbagnan... hehehe...). Lumayan loh, seminggu minimal 3 kali ngegym pagi.. badan jadi lebih fresh.. (meskipun berat badan masih segini-gini ajah...)

Seminggu setelah saya gabung di gym deket kantor, saya dan suami ikutan jadi member juga di gym deket rumah..(hahhh??? napsu bangetttt???). Jadi gini, karena suami tuh kerjaannya ribet suribet dan punya waktunya emang bener2 cuma wiken aja (itupun kadang-kadang mesti ngantor juga...), jadi mending ikutan gym yang di dekat rumah aja.. nah, biar lebih semangat, saya ikutan juga di sana.. jadi kalo weekday saya olah raga di kantor, kalo wiken di gym deket rumah. Alhamdulillah, so far semuanya bisa dijalani, dan tetep enjoy and have fun... Ada cerita lucu pas pertama kali dateng di gym deket rumah. Sama instrukturnya langsung ditanya gini: "sudah disuruh olah raga sama dokter ya Pak???" .... hahahaha.. mungkin karena instrukturnya ngeliat kami berdua gembul-gembul kali yaaa.... kami sih nyengir ajah... hehehe.. nyuruhnya sih udah lama.. baru kesampeannya sekarang... Mudah-mudahan kebiasaan baru ini bisa seterusnya dilakukan ya.. gak bosen di tengah jalan... hehehe.. sayang duitnya, boww... bayarnya mahal euyyy....