Jejak Langkah Kami...

Selasa, 26 April 2011

Episode Deg-Deg-an Part #1..... (Ternyata OHSS Datang Menghampiriku..)

Melanjutkan postingan sebelumnya.... Kali ini mau khusus cerita mengenai OHSS. Buat yang belum familiar dengan OHSS, let me tell you, binatang apakah OHSS ini.. hehehehe. Kalo mau penjelasan lengkapnya ada di situs ini yaaa... Dengan bahasa yang lebih sederhana, OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) itu adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap terapi hormonal dalam rangka program Bayi Tabung. Menurut referensi, dan menurut penjelasan dokter juga, hanya 1% dari wanita yang mengikuti program BT yang terserang OHSS. Daaannn.. ternyata saya termasuk dalam bagian yang 1% ini... Semua terjadi di luar dugaan, jadi bisa dibilang antisipasi dan penanganannya agak sedikit terlambat (ini mengutip statement dari dokter obgyn yang merawat saya...). Mengapa saya bilang di luar dugaan? Karena menurut dokter, kecil kemungkinan saya terkena OHSS mengingat jumlah sel telur saya di bawah 10... biasanya pasien terkena OHSS kalo telurnya di atas 10.. jadi gak usah kuatir... gitu pesan dokter.. sippp...sippp.. tenaaaannnggggg....

Ternyata selama proses stimulasi sel telur, jumlah sel telur meningkat menjadi 21.. Sebenarnya itu sudah mencukupi syarat beresiko OHSS, tapi saya tidak merasakan gejala-gejala lain yang biasanya menyertainya, seperti perut kembung, perut jadi membesar karena terisi cairan, sesak nafas, berat badan naik drastis... Enggak ada tuhhh.. saya baik-baik aja kok selama proses stimulasi itu.. Jadi boleh dong kalo saya mulai tidak memikirkan soal OHSS itu lagi... Sampai dengan saat ET, dokter sempat menanyakan ada keluhan kembung-kembung gak... Dan saya jawab tidak ada, Dok... Memang kenyataannya sampai dengan saat itu saya merasa baik-baik saja.

Sepulang dari ET, saya "dibekali" dengan sederet Do and Don't List, seperti: banyak minum... konsumsi susu kedele dan kacang ijo, banyak makan ikan, daann lain-lain.. Don't nya juga banyak lho... dari mulai gak boleh mengoles2 minyak angin di daerah perut, gak boleh mengompres perut dengan air hangat, gak boleh minum teh, kopi dan coklat, gak boleh ngecap kuku dan rambut, gak boleh demam dan gak boleh olah raga yang membuat suhu tubuh naik... Selama 4 hari setelah ET, saya istirahat aja di rumah, gak banyak beraktivitas dulu, biar proses penempelan embryo berjalan dengan baik... Tapi, malangnya nasibku.... 2 hari setelah ET, saya kena flu berat... awalnya leher sakit buat nelan... Lha besoknya malah tambah pilek... Duhhhh... kok jadi begini yaaa... Berdoa aja supaya badan gak demam.. bisa gawat nihhh... Biasanya, saya tiap kali flu, langsung minum panadol, selesai perkara... sekarang, gak berani minum obat sama sekali... tiap hari saya banyak2 minum air putih anget, makan kiwi dan jeruk, makan kaldu ayam, pokoknya gimana caranya flunya cepat sembuh. Dua hari kemudian, pileknya udah stop... Alhamdulillahhh... tapi pilek hilang datanglah batuk.. Hadooohhh.. batuk itu kan menyebabkan tekanan pada perut bagian bawah... pasti tegang perutnya.. Padahal di dalam sana sedang ada calon makhluk Tuhan yang sedang berjuang untuk hidup.... Panik, stress, takut, was-was, mau gak mau datang silih berganti, padahal seharusnya yang seperti itu mesti diminimalkan. Tiap hari telp dokter, melaporkan perkembangan kondisi kesehatan saya, sekaligus minta saran mesti gimana...

Baru sehari mencoba masuk kantor, perut tambah kembung, sedikit membesar, batuk masih ada, ditambah kalo buat tidur miring dada seperti ditekan... Besoknya, udah gak bisa tidur miring lagi.. karena pasti batuk dan sesak nafas... Sholat posisi sujud berasa sesak nafas dan batuk-batuk juga. Perut makin kembung dan makin besar... Coba browsing, ternyata itu tanda-tanda OHSS.. lho, masa sih saya kena OHSS.. kan stimulasi hormonnya udah selesai... browsing lagi.. ternyata ada yang kena OHSS setelah ET.. Nanya ke dokter Indra mengenai kemungkinan OHSS pasca ET.. dan jawaban dokter, OHSS bisa terjadi setelah ET, kalo keluhan tambah berat mending kontrol aja...... hmmm... mulai berpikir jangan-jangan beneran OHSS nih..... Akhirnya Sabtu pagi saya ke dokter Indra.. dengan perut yang udah seperti orang hamil 4 bulan, dan sesak nafas yang lebih berat dari sebelumnya... Hasil USG, tidak ada penumpukan cairan di perut.. tapi lambung saya agak bermasalah, dan memang suspect OHSS. Dokter membekali saya dengan obat maag... Kayanya kok saya nggak puas ya dengan kunjungan kali ini.. saya merasa, masalah utamanya bukan di lambung saya ... Sampe rumah, saya dan suami browsing nyari tips-tips gimana meringankan gejala OHSS ini... di salah satu situs saya menemukan tulisan, untuk mengurangi gejala OHSS, harus minum banyak minimal 12 gelas... atau setara dengan 3 liter. Saya ingat sekali, itu kejadiannya di hari Minggu, sehari setelah saya kontrol ke dokter.. saya mulai minum salah satu minuman isotonik, dan hari itu saya berhasil menghabiskan 3 liter cairan isotonik.. Ternyata yang saya rasakan tidak semakin membaik tetapi malah semakin tidak karuan... perut besar, nafas tambah sesak, tidur yang tadinya masih bisa telentang dengan 3 bantal ditumpuk, Minggu malam saya hanya bisa tidur sambil duduk... Setiap kali berubah posisi, bisa dipastikan langsung batuk dan sesak nafas. Sangat-sangat tidak nyaman. Bisa dibilang semaleman saya tidak bisa tidur karena kondisi ini... Puncaknya, jam 2 malam perut saya melilit, sepertinya lambung saya yang nggak kuat... dan sejak saat itu sampai subuh, hampir setiap jam saya muntah dan diare... Capek, stress, bingung... datang bersamaan.. Dari yang awalnya saya masih bisa muntah di wastafel, terakhir-terakhir suami saya menemukan saya sedang ngelesot di lantai kamar mandi sambil "memeluk" kloset karena udah gak kuat lagi berdiri saking lemesnya... Saya cuma bisa nangis... capeeekkkkk.... pengen hamil aja jalannya kok mesti begini yaaa..... Astaghfirullahhhh....

Senin pagi, saya dan suami memutuskan untuk ke UGD RS Bunda... Setelah diobservasi awal oleh dokter jaga dan dilaporkan ke dokter Indra, akhirnya saya harus rawat inap di sana... Saya cuma bisa pasrah aja... Yang pertama ditangani adalah lambung.. karena Gastritis saya termasuk agak berat.. obat yang tadinya diberikan per oral, diganti injeksi... plus infus cairan. Dan ini berhasil meredakan keluhan lambung saya... Untuk urusan lambung, sepertinya sudah bisa teratasi.. tapi yang sesak nafas dan perut besar belum dilakukan tindakan apa-apa... Sampai dengan hari Rabu, belum ada tindakan kongkrit terhadap keluhan utama saya.. setiap saat, slang oksigen harus selalu standby melingkar di hidung saya... tidur dengan posisi duduk, tidak boleh banyak ngomong, tidak boleh banyak gerak.. Memang sih tiap hari diobservasi oleh banyak dokter, internis, dokter paru, radiologi, tapi menurut saya they're doing nothing.... Sempet emosi juga dengan kondisi ini... Tapi emosi kami agak tertahan karena di hari itu kami mendapat kabar gembira bahwa saya dinyatakan hamil 4 minggu.... Alhamdulillahhhhh.... Baru pas Rabu malam, datang dokter paru, USG paru (lagi....) dan bilang kalo di paru-paru kanan ada cairan kurang lebih 2 liter.. di paru-paru kiri ada juga tapi gak sebanyak kanan.... Treatmentnya adalah mesti disedot besok pagi.

Kamis pagi, jam 7.30, cairan di paru-paru kanan disedot dengan cara ditusuk dari punggung sebelah kanan.. tanpa bius cuuuyyyyy.... mana jarumnya segede jarum karung.. rasanya aduhai lahhh... Ngeliat ada cairan ngucur keluar dari selang rasanya miris dan agak-agak tidak percaya... masa sih itu berasal dari badan saya??? Akhirnya dapet seliter cairan dari paru kanan.. sebenernya masih ada yang tersisa tapi sengaja tidak dihabiskan karena sebenarnya OHSS itu hanya temporary aja, Tapi abis disedot rasanya langsung plongggggg..... bisa tidur lebih nyaman.. batuk dan sesak nafas berkurang.. bisa makan dengan enak... pokoknya langsung merasa sehat deh.... Oh ya, awalnya selama sesak nafas dan perut membesar itu saya cuma bisa makan paling banyak 3 pucuk sendok makan bubur... Dan untuk mempercepat recovery, saya diinfus albumin, untuk meningkatkan kadar protein darah saya... Besok paginya, gantian paru kiri yang disedot.. kali ini "cuma" dapet setengah liter cairan saja... Dan setelah acara sedot menyedot selesai, dokter paru langsung merekomendasikan saya untuk bisa pulang hari itu juga... Alhamdulillahhhhhh...... Jumat sore, saya akhirnya sampai kembali ke rumah.. meskipun kondisi belum pulih benar, tapi saya merasa lebih nyaman tinggal di rumah sendiri daripada di RS yang kata Nisa enak karena kaya di hotel... hehehehe... Seminggu recovery di rumah, akhirnya semuanya kembali seperti sedia kala... berat badan sudah turun, perut sudah mengecil, sesak nafas dan batuk udah ilang... pokoknya saya sudah siap menjalani kehamilan kedua ini... Insyaallah semuanya baik-baik saja sampai saatnya melahirkan nanti yaaa... Aminnnnn....

Kamis, 21 April 2011

Long Journey to Get my 2nd Pregnancy

Huuuffff.. mungkin ini akan menjadi tulisan terpanjang saya yaa... entah akan ada berapa episode cerita tentang perjalanan kami untuk mendapatkan kehamilan ke dua saya...

Sebenarnya semua ini telah kami mulai sejak 5 tahun yang lalu, ketika Nisa memasuki ulang taun ke 5-nya... Tapi rupanya Allah baru memberikan rezeki itu sekarang, 5 tahun kemudian... Anyway, thanks to Allah that make it happened to us....

Tiga tahun lalu, ketika kami mulai serius untuk melakukan upaya sampai maksimal, dokter sudah memberikan rekomendasi bahwa untuk kondisi kami, yang terbaik adalah mengikuti program Bayi Tabung... Ya, kami tahu, apabila semua upaya tidak berhasil, pada akhirnya jalan itu yang harus kami tempuh... Tetapi, saat itu kami masih mikir-mikir, banyak pertimbangan, dan masih berharap bahwa masih ada jalan lain buat saya untuk bisa hamil selain melalui program Bayi Tabung ini. Dan karena saat itu umur saya "masih" 32 tahun, saya merasa masih punya banyak waktu untuk berpikir... bukankah saya masih punya waktu 3 tahun sebelum saya turning into 35 years....

Hmmm.. ternyata 3 tahun itu gak terasa yaaa... Tahu-tahu udah masuk tahun 2010, that's means.. time for me to be 35 years old, and by the end of that year, my husband was 38 years old... Awal tahun sempet mencoba ke ahli nutrisi, katanya dengan perbaikan pola hidup, bisa memudahkan terjadinya pembuahan... bismillah... Ternyata belum rejeki kami juga... Akhirnya, di penghujung tahun 2010, ketika kami berdua membuat resolusi untuk tahun 2011, kami memasukkan planning "hamil" sebagai prioritas utama... Bismillah, kali ini kami berniat, apapu rekomendasi dokter, insyaallah akan kami jalani... Kami sudah siap kalau swaktu-waktu dokter menganjurkan kami untuk program Bayi Tabung...

Atas pertimbangan jarak RS dan kantor saya saat ini, serta hasil ngobrol-ngobrol dengan temen yang udah pernah berhasil program BT di RS tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk konsultasi dengan tim dokter di sana. Sebelumnya tentu saja kami juga sudah mengumpulkan informasi lain dari RS lain yang memang berkonsentrasi dengan program BT. Awal Januari 2011 kami mulai observasi awal (lagi) di RS yang kami pilih itu... diagnosis dokter kali ini menguatkan apa yang sudah direkomendasikan oleh dokter obgyn saya 3 tahun yang lalu... Yaahhh.. kami sudah siap mendengarnya.. dan sudah siap mental untuk mendengar rekomendasi dokter kali ini.. no otjer choice... kalo pengen hamil harus BT.. Baik dokter.....

Setelah itu, saya minta informasi yang lebih rinci lagi mengenai program BT ini kepada suster yang memang incharge.. sebelumnya saya pernah minta informasi by phone, dan telah dijelaskan oleh suster yang lain mengenai prosedur dan biaya (kayanya ini yang paling penting deh... hehehehe) BT di situ... tapi rupanya info yang saya dapat waktu itu kurang komprehensive, dan setelah saya tanyakan kembali dengan lebih rinci, saya mulai merasa kurang nyaman dengan prosedur dan sistem pembayarannya... Menurut saya, kok agak kurang fair bagi saya sebagai konsumennya... Dari situ, saya jadi ragu untuk meneruskan program di RS tersebut.. Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan program BT kami di situ, dan kembali ke dokter Obgyn kami sebelumnya, yang 3 tahun lalu telah merekomendasikan kami untuk mengikuti BT.

Dengan berbekal data medis dan hasil pemeriksaan dari RS lama, saya kembali meluncur ke Morula IVF, Menteng, dan insyaallah sudah mantap untuk ikut program BT di sana... Kembali saya menemui dokter Indra Anwar dengan membawa hasil pemeriksaan sebelumnya... Konsultasi pertama, kami langsung bilang kalo kami mau ikut BT aja dok... dan yang membuat saya agak syok, dokter langsung menyarankan saya untuk mulai suntik malem itu juga.. Whattttt???? Kalo yang ini asli saya belum siap mental... hehehehe... Soalnya berdasarkan seminar yang saya ikuti di RS sebelumnya, suntikan pertama baru dimulai pada hari ke 21 dihitung sejak haid pertama.. lha ini kok ujug-ujug langsung disuruh suntik malem itu juga.... Ternyata metode yang dipakai beda, hehehehe... prosedur yang saya dapet dari seminar itu adalah metode long protocol, sedangkan yang akan digunakan oleh dokter Indra itu adalah short protocol... atau protocol antagonist.... walaaahhhh... pantesannnnn.....

Saya mencoba bernegosiasi dengan dokter mengenai kapan saya harus start program BT.. selain syok dengan waktunya, juga dengan dananya... hehehehe.. soalnya begitu memutuskan "Ya", berarti keluar dari ruangan dokter saya harus menebus obat suntikan dengan harga yang membuat dompet langsung robek.... Selain itu, alasan lain adalah, seminggu setelah hari kunjungan saya ke dokter, saya merencakan akan jalan2 ke Dieng dan Solo... walahhh... gimana dongggg.... Akhirnya kami minta tunda bulan depan aja programnya... dokter memperbolehkan... Alhamdulillah....

25 Februari 2011, haid hari pertama, saya langsung konsul ke Morula untuk cek calon sel telur yang diharapkan akan tumbuh selama program... Hasil usg, ada 7 calon sel telur yang terlihat.. alhamdulillah, karena pas bulan lalu itu cuma ada 5...

26 Februari 2011, mulai suntik Gonal-f, untuk menstimulasi pertumbuhan sel teluar, dengan dosis 300iu per sekali suntik. Jadi 1 box Gonal-f yang bikin dompet robek itu dipakai untuk 4 hari alias 4 kali suntik... Suntiknya tiap malem, jam yang sama, di tempat yang sama yaitu 2 jari di bawah pusar. Jangan ngilu ya bacanya.... saya dulu pas diterangin juga langsung ngilu, tapi pas udah ngerasain sendiri, ternyata gak seserem ngebayanginnya. Trus siapa yang nyuntik? Ya nyuntik sendiri... Whattt??? Gak percaya ya... hehehehe... pokoknya saking udah diniatin, apapun juga dijalanin deh... daripada saya harus bolak balik ke morula tiap malem jam 9, atau harus ke klinik praktek dokter deket rumah, alangkah ribetnyaaaa..... mending suntik sendiri aja lah.. diajarin juga kok caranya sama suster... Alhamdulillah selama proses suntik menyuntik tidak ada kendala yang berarti....

2 Maret 2011,
usg lagi, ternyata sel telur yang tumbuh nambah 1, jadi ada 8 folikel.. Alhamdulillahhh... ternyata suntikan Gonal-f direspon dengan baik oleh tubuh saya... Lanjut suntik Gonal lagi dengan dosis yang sama sampe tanggal 5 Maret 2011. Tapi mulai tanggal 3 Maret 2011, suntikannya ditambah dengan suntik Cetrotide, yaitu suntikan untuk mencegah para folikel ini pecah sebelum waktunya... Kenapa mesti dicegah? Karena secara alamiah, sel telur ini kan tiap hari berkembang, bertambah besar... dan ketika sel telur ini sudah mencapai ukuran yang standar, dia akan matang dan pecah.. Nah, di program BT, ini harus dihindari karena kan folikelnya nanti akan dipanen sebelum pecah... kalo udah pecah duluan, apanya yang mau dipanen coba..... So, harus suntik Centrotide 3 hari berturut-turut, di waktu yang sama dan tempat yang sama juga dengan pas nyuntik Gonal-f. Sakit kah? Hmmm... gimana yaa... namanya ditusuk sama jarum, gak mungkinlah gak sakit... tapi yaa masa kita nyerah dengan rasa sakit sih... ngebayangin apa yang kita perjuangkan, rasanya suntik menyuntik itu gak ada apa-apanya deh.. lagian lebih sakit diambil darah kok... beneran dehhhhh....

4 Maret 2011
, USG lagi... ternyata folikelnya 14 lhooo... rasa ppercaya diri dan optimis membuat saya semakin bersemangat untuk menjalani proses ini... terima kasih ya Allah.....

6 Maret 2011
, USG terakhir dan tes darah untuk mengetahui kadar hormon estradiol... Dan yang membuat saya agak syok sekaligus senang, ternyata folikel yang tumbuh ada 21!! subhanallahhhh.... Saat ini kepercayaan diri saya bahwa saya bisa menyelesaikan program ini dengan hasil yang seperti kami harapkan, berada di titik tertinggi.. Kami sangat optimis bahwa program ini akan berhasil... aminnn... Malemnya, suntikan Gonal-f dan Cetrotide dihentikan, tapi diganti dengan suprefact. Waktu dan tempat nyuntiknya masih sama dengan Gonal. Dan teteuppp... nyuntik sendiri dongggg.... hehehehe... lama-lama kebal dengan jarum suntik deh... Hari itu juga, saya diberitahu bahwa sel telur akan dipanen (OPU-Ovum Pick Up) tanggal 8 Maret 2011 jam 9 pagi.

7 Maret 2011
, tidak ada suntikan, disarankan banyak istirahat untuk mempersiapkan diri karena besoknya mau OPU...

8 Maret 2011
, jam 7 pagi saya sudah standby di RS Bunda, lt 4 ditemani suami tercinta. Karena selama proses OPU saya dibius total, maka saya diharuskan puasa sejak semalam. Jam 8 pagi saya disuntik Ovidrel, itu suntikan untuk memecah sel telur. Hihihi.. bingung ya.. kemaren2 disuntik biar folikelnya gak pecah..sekarang malah dipecahin.... yaa emang gitu... kalo sekarang kan folikelnya udah mau diambil, jadi kalo gak dirangsang untuk pecah, ntar gak pecah2 dong... padahal untuk terjadi pembuahan itu sel telur harus pecah. begituuuuuu.... Ribet yak.... hehehehe... sedikitttt..... Proses OPUnya sendiri, saya gak tau apa-apa.. ya iyalahhh... kan dibius total... yang saya ingat, saya masuk ruang operasi jam 9.. jam 9.15 mulai dianestesi.. langsung blessss... gak inget apa-apa.. sadar-sadar jam 11 an kalo gak salah.. udah di ruang pemulihan dan udah ada Mas Nanang di sana... Katanya sih tadi sekitar 30 menit prosesnya... Yang pertama saya tanyakan ke suami adalah, berapa folikel?? Hihihi.. itu pertanyaan wajib kayanya.. soalnya kan emang itu yang kita tunggu-tunggu kannnn.... Ternyata ada 16 folikel yang diambil, tapi yang ada isinya (ada sel telurnya maksudnya..) ada 11. Trus juga kata suster, hasil tes hormon estradiol saya kok gak sesuai dengan kondisi sel telur saya... Deggggg.... rasa percaya diri saya seakan langsung terjun bebas mendengarnya... Bayangin aja, dari awalnya 7 folikel, naik jadi 8, 14, dan terakhir 21.. betapa optimisnya saya... ternyata dari 21 yang diambil 16 dan sel telurnya "cuma" 11... seleksi alam telah terjadi di sini... "Hanya" 50% dari jumlah folikel yang tumbuh saja yang berhasil ada telurnya... Tapi di titik ini saya masih tetap berpikir positif.. ahhh.. kan masih ada 11... yang dibutuhkan untuk transfer kan minimal "cuma" 3 embrio aja... insyaallah masih lebih dari cukup....
Setelah sel telur saya diambil, di hari yang sama akan dipertemukan dengan sel sperma suami dengan cara ICSI, yaitu satu sperma disuntikkan ke dalam 1 sel telur... Nanti, pada hari ke 3 setelah pembuahan, embrio seharusnya sudah membelah paling tidak 8 sel, dan akan ditransfer kembali ke rahim saya... Selama menunggu embryo transfer, saya tetap beraktifitas seperti biasa.. ngantor seperti biasa, meskipun perut agak2 sedikit ngilu... Saya tetep kontak dengan dokter Agustin, koordinator pasien di Morula, memantau perkembangan pembelahan embryo kami. Embryo Transfer dijadwalkan akan dilakukan tanggal 11 Maret 2011 jam 9.30 pagi. Sehari sebelum ET, saya dapet kabar, dari 11 sel telur tersebut ada 5 yang membelah jadi embryo... Kepercayaan diri saya yang tinggal setengah, semakin merosot aja mendengar kabar ini... Duhhh Gustiiiii.... kabar apa lagi yang akan saya terima besok pagi??? Lagi-lagi "hanya" 50% saja dari sel telur diambil, yang berhasil membelah.... Saya menaruh harapan yang sangat tinggi pada ke-5 embryo kami ini... Mudah-mudahan tidak terjadi hal yang buruk pada mereka... Terus terang saya cukup down dengan hasil per hari ini.. tapi suami saya tetep memberikan support kepada saya, bahwa saya harus tetap optimis.. gak boleh berkecil hati... dst..dst....

11 Maret 2011
, akhirnya hari itu tiba... sebelum jam 9 pagi saya kembali sudah standby di Bunda ditemani suami. Jadwal kami pagi itu adalah Embryo Transfer, tetapi sebelumnya kami akan bertemu dengan bagian lab terlebih dulu untuk mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan embrio kami... Duhhhhh.... deg-degan banget..... Berdasarkan penjelasan dari bagian lab, ternyata dari 11 sel telur, ada 2 yang tidak matang, jadi yang dibuahi ada 9 sel telur.. Naaahh.. dari 9 yang dibuahi, ternyata yang 4 tidak bereaksi alias tidak membelah.. jadi yang berhasil membelah itu ada 5 embryo... Daaannnn.... dari 5 itu, di hari ke 3 (pas mau ditransfer), ada 1 embryo kategori good, 2 moderate, dan 2 poor... jadi yang layak transfer ada 3.. yang poor gak bisa diapa2in lagi... Saya langsung drop demi mendengar penjelasan itu... embryo saya tidak ada yang termasuk kategori excelent... "hanya" 1 good dan 2 moderate... itu yang akan ditransfer hari ini.... dan setelah itu berarti saya tidak punya tabungan embryo lagi yang bisa dibekukan.. Kalo transfer pertama ini gagal, berarti saya harus mengulang proses BT ini dari awal lagi... Saya cuma bisa menghela nafas panjang untuk mengurangi tekanan mental dan sedikit menaikkan kembali rasa optimis saya.. Bagaimanapun juga, masih ada harapan, walaupun saya tahu kemungkinannya semakin kecil... Bismillah ya Allahhh... kami yakin yang terbaiklah yang akan Engkau berikan kepada kami.... Dan dengan perasaan galau yang masih belum sepenuhnya hilang, saya masuk kembali ke ruang operasi untuk proses ET.. kali ini suami boleh mendampingi sampai selesai... Proses ET sendiri lebih simpel dibandingkan saat OPU.. tanpa dibius.. Meskipun begitu, saya lumayan tegang juga, karena saya harus menahan BAK, padahal kondisi kandung kemih saya sedang penuh-penuhnya... Duuuhhhhh... tersiksaaaaaa..... Akhirnya proses ET berjalan lancar... dan tahap selanjutnya adalah menunggu "pengumuman" hasil BT, alias tes darah untuk mengetahui saya hamil atau tidak... Saat-saat yang paling tidak mengenakkan adalah saat menunggu... 2 minggu rasanya lamaaaa.....

Akhirnya tanggal 23 Maret 2001 kami terima raport, di saat saya dirawat di Bunda karena OHSS.. (btw, cerita tentang OHSS ntar diposting sendiri yaaa... biar yang ini gak kepanjangan....). Alhamdulillah, saya dinyatakan positif hamil 4 minggu dengan kadar hormon bHcg sebesar 141 (FYI, kisaran hormon bHcg untuk kehamilan 4 minggu itu 9-750). Tidak terlalu tinggi, tapi sangat kami syukuri... Di tengah suasana emosional saya yang benar-benar tidak menentu, program BT yang saya jalani berhasil... Seminggu kemudian saya tes ulang bHcg, dan hasilnya naik menjadi 1.523... Tanggal 6 April 2011, saya USG untuk yang pertama kali... Ada 1 kantong kehamilan di rahim saya, itu berarti dari 3 embryo yang ditransfer ada 1 janin yang berhasil menempel di rahim... Dalam hati kami, sebenarnya kami berharap diberikan kehamilan kembar, tetapi Allah berkehendak lain... Tapi berapapun itu, tak hentinya kami bersyukur atas kehamilan ini... Kami berusaha menjaga amanah Allah ini dengan sebaik-baiknya... semoga sampai pada saatnya dia bertemu kami nanti, selalu diberikan kesehatan, berkembang normal, lahir dengan selamat, tidak kurang suatu apa.. Aminnn... Meskipun ada episode panik karena bleeding sepulang kantor.. tapi alhamdulillah semuanya baik-baik saja... (Cerita soal bleeding ntar dulu yaaaa...)

N now, I'm standing here, with my 8 weeks pregnancy... Long time to go... But I always try to be optimist with it... Still hope and pray for the best but also prepare for the worst...

Kamis, 31 Maret 2011

Refreshing

Huaaaa... ternyata udah bertaun-taun gak nulis di sini... menghilang tanpa pamit... huhuhu.. parahhhh.... Alasannya klise banget pastinya.. sibuk ngurusin yang lain.. bla..bla...bla... sampe gak kepikiran buat bagi-bagi cerita di sini.. mohon maaf ya temans.... Insyaallah mulai hari ini mau melemaskan jari lagi, bagi-bagi cerita lagi.. mudah-mudahan gak on off lagi yaaa... aminnnn....

Terakhir nulis di sini kalo gak salah hampir 3 taun yang lalu ya... gak papa deh, yang penting sekarang diniatin lagi belajar nulisnya.. soalnya emang kalo gak sering dilatih ya jadi tumpul bin lemot tuh otaknya.. hehehehe...

Selama 2,5 taun, udah banyak sekali kejadian yang tidak sempat terdokumentasikan secara tertulis.. kalo foto-foto sih ada aja, tapi males nyari dan milah2nya... hohoho... yang jelas mudah-mudahan dengan bertambahnya waktu, menjadikan kami semakin dewasa, bijaksana dan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini... aminnnnn...

Kejadian-kejadian yang sangat sangat penting untuk dicatat karena merupakan kepingan-kepingan puzzle kehidupan kami diantaranya:

  • Nisa tau-tau sudah kelas 5, akhir taun ini sudah 11 taun.. sudah pra ABG... Duhh Gustiiii... berikan kami kemampuan untuk membimbingnya agar selalu berada dalam batas-batas aturanMu...
  • Dari yang awalnya cuma iseng-iseng berhadiah bikin kue kering buat sendiri, sekarang udah berani terima tantangan.. eh.. pesenan dari temen-temen.. gak cuma kue kering, tapi kue ulang taun, cupcakes dan snackbox dijabanin juga... hehehehe... udah punya "Kuemozza" meskipun ngerjainnya masih kadang-kadang tergantung mood kokinya....
  • Finally pindah kantor juga, setelah sempet karatan di kantor lama... hahahaha....
  • Dengan terpaksa istirahat sejenak dari dunia perbakingan karena ada big project lain yang gak bisa disambi-sambi...
  • Insyaallah by the end of next 9 month, Nisa bakalan jadi kakak.... Alhamdulillah, usaha yang sudah kami lakukan dengan cucuran keringat dan airmata.. (agak lebay dotkom..) dikabulkan oleh Allah... Mudah-mudahan semua lancar sampai due datenya nanti.. aminnnn....
Naaahhhh... kayanya refreshingya cukup dulu kali yaaa.... Bumil mau istirohat dulu... hmmm... see youuuuu....